Kejutan Pasar: Laptop Framework dengan OS Ubuntu Lebih Laris Manis Dibandingkan Versi Windows
Baca dalam 60 detik
- Laptop modular Framework dengan konfigurasi Ubuntu secara resmi mengungguli penjualan model Windows, dengan delapan gelombang produksi pertama terjual habis sepenuhnya.
- Kepopuleran Ubuntu di perangkat ini didorong oleh transparansi biaya, di mana pengguna dapat menghemat $140 yang biasanya dialokasikan untuk lisensi Windows 11.
- Masalah stabilitas dan bug pada Windows 11 baru-baru ini juga dinilai menjadi faktor pendorong bagi para pengguna tech-savvy untuk beralih ke sistem operasi Linux.

Dalam sebuah anomali pasar yang menarik, Framework—perusahaan rintisan laptop modular—melaporkan bahwa perangkat mereka yang dikonfigurasi dengan sistem operasi Ubuntu kini melampaui angka penjualan model Windows. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi di kalangan pengguna laptop kelas atas dan pegiat teknologi.
Fakta Kunci Penjualan Framework Laptop:
- Stok Habis: Framework mengumumkan melalui platform X bahwa delapan batch (gelombang) pertama laptop konfigurasi Ubuntu telah terjual habis dalam waktu singkat.
- Dominasi Open Source: Untuk pertama kalinya, konfigurasi Ubuntu secara resmi dinyatakan "lebih laku" (outselling) dibandingkan konfigurasi Windows tradisional.
- Penghematan Biaya: Pengguna dapat menghindari biaya lisensi Windows 11 sebesar $140 (sekitar Rp2,2 juta) dengan memilih opsi Linux atau tanpa OS.
Meskipun Linux sering dianggap sebagai opsi khusus (niche), Framework membuktikan bahwa bagi konsumen yang menghargai modularitas dan hak untuk memperbaiki (right to repair), Ubuntu adalah pilihan utama. Perusahaan tidak merinci angka pasti penjualannya, namun kecepatan habisnya stok batch kedelapan hanya dalam tujuh jam setelah pengumuman menunjukkan permintaan yang masif.
Mengapa Ubuntu Unggul di Ekosistem Framework?
Analis teknologi Simon Batt menyoroti beberapa alasan mengapa para "pengulik" (tinkerers) kini lebih memilih menjauh dari ekosistem Microsoft:
| Faktor Pendorong | Dampak pada Pengguna |
|---|---|
| Masalah Windows 11 | Banyaknya bug dan masalah kontrol kualitas (QC) pada pembaruan Windows 11 terbaru membuat pengguna mencari stabilitas di Linux. |
| Budaya Mengulik | Pembeli Framework adalah mereka yang suka membongkar perangkat keras; kecenderungan ini biasanya berbanding lurus dengan minat pada perangkat lunak open-source. |
| Transparansi Harga | Framework secara eksplisit menunjukkan biaya lisensi Windows sebesar $140, memotivasi pembeli untuk menghemat uang dengan memilih Ubuntu yang gratis. |
"Ini adalah pembalikan tradisi yang sangat menarik. Biasanya Windows mendominasi pangsa pasar, namun di sini Ubuntu mengambil kemenangan, membuktikan bahwa laptop Linux-ready bukan lagi sekadar pilihan pinggiran," tulis Simon Batt dalam laporannya di XDA Developers.
Framework sendiri terus mendukung komunitas ini dengan menyediakan perangkat yang mudah diperbaiki dan ditingkatkan. Keberhasilan penjualan versi Ubuntu ini diharapkan dapat mendorong produsen perangkat keras lain untuk lebih serius dalam menyediakan dukungan perangkat lunak open-source secara langsung dari pabrik.



