Laga Persahabatan Spanyol vs Mesir Tercoreng Insiden Nyanyian Rasis di RCDE Stadium
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir (0-0) diwarnai oleh insiden nyanyian rasis dari tribun pendukung Spanyol dan cemoohan terhadap timnas Mesir sebelum laga.
- Terdengar nyanyian "Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim", namun wasit Georgi Kabakov tidak menghentikan pertandingan atau mengaktifkan protokol anti-rasisme.
- Insiden ini kembali memicu peringatan keras atas masalah rasisme di sepak bola Spanyol, khususnya karena mereka akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Maroko yang merupakan negara mayoritas Muslim.

Laga persahabatan antara tim nasional Spanyol dan Mesir yang digelar di RCDE Stadium (Cornellà-El Prat) pada Selasa lalu berakhir imbang tanpa gol. Namun, pertandingan ini justru menjadi sorotan tajam dari dunia internasional setelah diwarnai insiden memalukan berupa nyanyian rasis dari tribun penonton.
Berdasarkan laporan dari Cadena SER, sejumlah oknum pendukung di stadion tertangkap kamera dan audio menyanyikan kalimat "Musulmán el que no bote" (Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim). Ejekan bernuansa diskriminasi agama ini secara langsung ditujukan kepada para pemain Timnas Mesir. Tidak hanya itu, tim tamu juga mendapat sorakan keras dan cemoohan sejak sebelum peluit kick-off dibunyikan.
Fakta Insiden Spanyol vs Mesir:
- Lokasi: RCDE Stadium (Cornellà-El Prat), Spanyol
- Hasil Laga: Spanyol 0-0 Mesir
- Insiden: Chant rasis "Musulmán el que no bote" dan cemoohan pra-pertandingan terhadap Mesir.
- Tindakan Wasit: Wasit Georgi Kabakov tidak menghentikan laga maupun mengaktifkan protokol anti-rasisme.
Hal yang lebih mengejutkan adalah tidak adanya respons dari perangkat pertandingan. Meskipun nyanyian rasis tersebut terdengar jelas dan terus berlangsung, wasit Georgi Kabakov sama sekali tidak mengaktifkan protokol anti-rasisme, sehingga pertandingan tetap dilanjutkan seolah tidak terjadi apa-apa.
"Insiden ini kembali menyoroti darurat rasisme di sepak bola Spanyol, sebuah isu krusial dan mengkhawatirkan mengingat Spanyol akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 dengan negara mayoritas Muslim, Maroko."
Sorotan Masalah Rasisme di Spanyol
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Krisis Berkelanjutan | Spanyol terus berjuang mengatasi rekam jejak buruk terkait rasisme di stadion yang terus berulang dalam beberapa tahun terakhir tanpa penyelesaian konkret. |
| Peringatan Global | Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, sebelumnya pernah mendesak pencabutan hak tuan rumah Piala Dunia jika Spanyol gagal mengatasi masalah rasisme secara serius. |
| Tuntutan Ketegasan | Publik dan komunitas sepak bola global kini menuntut tindakan dan sanksi tegas dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dengan pendekatan zero-tolerance yang kerap dijanjikan. |
Kasus di RCDE Stadium ini menjadi tamparan keras bahwa kampanye anti-rasisme di Spanyol masih jauh dari kata berhasil dalam 18 bulan terakhir. Publik kini menunggu langkah pasti dari otoritas terkait agar insiden kelam yang mencoreng wajah sepak bola Spanyol ini bisa ditindaklanjuti secara hukum dan disiplin.



