Terbukti Langgar Aturan, Chelsea Dihukum Denda Terbesar Sepanjang Sejarah Premier League
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dijatuhi denda rekor sebesar £10,75 juta oleh Premier League akibat pembayaran rahasia kepada pemain dan agen antara tahun 2011-2018 di era Roman Abramovich.
- Klub London tersebut juga mendapat larangan transfer pemain akademi selama 9 bulan dan hukuman larangan transfer tim utama yang berstatus ditangguhkan.
- Chelsea terhindar dari sanksi pengurangan poin karena mereka secara proaktif melaporkan pelanggaran ini dan dipastikan tidak melanggar batas aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan liga.

Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Inggris. Klub raksasa asal London, Chelsea FC, resmi dijatuhi hukuman berat oleh Premier League setelah terbukti bersalah melanggar sejumlah aturan finansial. Hukuman ini mencakup denda finansial yang masif serta larangan transfer pemain.
Pihak Premier League menjatuhkan denda sebesar £10,75 juta (sekitar Rp 215 miliar) kepada The Blues. Angka ini mencatatkan rekor sebagai denda terbesar yang pernah diberikan oleh otoritas liga tertinggi Inggris tersebut atas pelanggaran aturan. Hukuman ini berakar dari temuan adanya pembayaran rahasia yang tidak dilaporkan ke pihak berwenang.
Pembayaran Rahasia di Era Roman Abramovich
Berdasarkan hasil investigasi, terungkap bahwa antara tahun 2011 hingga 2018—di bawah kepemilikan Roman Abramovich—Chelsea melakukan pembayaran tertutup kepada pemain, agen tak berlisensi, serta pihak ketiga lainnya. Menurut laporan The Times, beberapa pembayaran terselubung ini diduga kuat terkait dengan proses transfer pemain bintang seperti Eden Hazard, Willian, dan Samuel Eto'o.
Selain denda uang, Chelsea juga menerima hukuman berupa larangan transfer pemain akademi selama sembilan bulan. Sanksi untuk akademi ini berkaitan langsung dengan pendaftaran pemain muda antara tahun 2019 hingga 2022. Tidak hanya itu, tim utama Chelsea juga dijatuhi hukuman larangan transfer, meskipun statusnya saat ini masih ditangguhkan (suspended ban).
Selamat dari Pengurangan Poin
Meski terbukti menyembunyikan pembayaran demi keuntungan klub, Chelsea cukup beruntung karena lolos dari hukuman pemotongan poin atau degradasi. Dewan Premier League menyatakan bahwa meskipun pembayaran tersebut dimasukkan dalam laporan keuangan historis, Chelsea dipastikan tetap tidak akan melanggar aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).
Sikap kooperatif manajemen baru Chelsea juga menjadi faktor yang meringankan. Mereka secara proaktif melaporkan sendiri pelanggaran masa lalu tersebut dan mengakui kesalahan, sehingga menyelamatkan klub dari sanksi yang jauh lebih menghancurkan seperti yang selama ini membayangi klub-klub lain di Premier League.



