Memphis Grizzlies secara resmi mengumumkan bahwa pusat serangan mereka, Zach Edey, telah menjalani operasi pergelangan kaki kiri yang sukses namun harus melewatkan sisa musim 2025-26. Keputusan ini diambil setelah konsultasi mendalam dengan para ahli medis guna menangani stres tulang talar (talar bone stress) yang menghambat progresivitas sang pemain selama beberapa bulan terakhir.
Secara teknis, masalah yang dihadapi Edey melibatkan kompleksitas ligamen deltoid yang mengalami kelemahan (laxity), meskipun ligamen lateral yang dioperasi Juni lalu tetap stabil. Prosedur terbaru ini bertujuan memperkuat struktur medial dan mempercepat regenerasi sel tulang. Bagi pemain dengan postur raksasa seperti Edey, beban pada sendi pergelangan kaki adalah variabel kritis yang menentukan panjangnya karier profesional. Manajemen Grizzlies menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah kesehatan jangka panjang sang atlet daripada memaksakan kembali bermain di musim yang sudah sulit bagi tim.
Statistik Performa (11 Laga Aktif):
Edey sempat masuk dalam radar Most Improved Player sebelum reaksinya terhadap stres tulang terdeteksi pada awal Desember.
Dampak dari hilangnya Edey sangat terasa pada sistem pertahanan interior Memphis. Tanpa kehadiran fisiknya di bawah ring, Grizzlies kehilangan jangkar defensif yang mampu mengubah skema serangan lawan. Hal ini juga memicu spekulasi bahwa Grizzlies akan menjadi pemain aktif di NBA Draft 2026 untuk mencari pelapis atau mitra bagi Edey yang memiliki ketahanan fisik lebih teruji. Secara ekonomi, cedera ini merupakan pukulan bagi valuasi aset masa depan tim, namun juga memberikan kesempatan bagi pemain muda lain untuk mengisi kekosongan menit bermain.
Menatap ke depan, proses pemulihan Edey akan dipantau secara ketat selama musim panas mendatang. Jika rehabilitasi berjalan sesuai rencana, ia diharapkan kembali dalam kondisi 100% saat kamp pelatihan musim 2026-27 dimulai. Bagi komunitas NBA, kasus Edey menjadi pengingat akan tantangan fisik unik yang dihadapi oleh pemain-pemain bertubuh sangat besar di era basket modern yang menuntut mobilitas tinggi. Fokus kini beralih pada bagaimana staf kepelatihan pimpinan Taylor Jenkins menyesuaikan strategi mereka tanpa menara kembar utama di sisa kompetisi tahun ini.




