Panasnya aspal Sirkuit Internasional Chang di Buriram menjadi saksi pertarungan sengit para talenta muda kelas dunia. Berdasarkan laporan resmi MotoGP.com pada 27 Februari 2026, sesi Practice Moto3 Thailand ditutup dengan dominasi David Almansa yang berhasil mencetak waktu putaran tercepat. Namun, sorotan utama bagi publik Tanah Air tertuju pada performa impresif Veda Ega Pratama, yang tampil solid dan secara otomatis mengamankan slot langsung ke sesi Kualifikasi 2 (Q2), sebuah pencapaian krusial yang memperbesar peluangnya meraih poin berharga di balapan akhir pekan ini.
Presisi Setup dan Menghindari 'Jebakan' Q1
Sirkuit Buriram dikenal dengan kombinasi lurusan panjang yang membutuhkan top speed maksimal serta zona pengereman keras (hard braking) yang menuntut stabilitas tinggi pada bagian depan motor. Secara teknis, tim mekanik Veda terbukti berhasil menemukan jendela setup (pengaturan) suspensi dan aerodinamika yang optimal sejak sesi awal. Keberhasilan Veda menembus 14 besar catatan waktu kombinasi bukan hanya pembuktian atas kecepatan mentahnya, melainkan juga kematangannya dalam menjaga ritme dan tidak memaksakan limit motor hingga berujung pada kecelakaan yang merugikan.
Lolos langsung ke Q2 adalah keuntungan taktis yang masif di kelas sekompetitif Moto3. Analis balap mencatat bahwa dengan menghindari sesi Q1 yang penuh tekanan dan sering kali diwarnai insiden lalu lintas lintasan, Veda dapat menghemat alokasi ban lunak (soft tyres) barunya. Fokus utama Veda dan timnya sekarang adalah menganalisis data telemetri dari sesi latihan ini untuk mencari sepersekian detik tambahan di sektor ketiga sirkuit yang sarat dengan tikungan mengalir (flowing corners).
Modal Kuat Menuju Starting Grid Strategis
Pencapaian di sesi latihan bebas ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi Veda Ega Pratama. Tantangan sesungguhnya kini menanti di sesi kualifikasi penentu, di mana ia harus berhadapan langsung dengan pembalap tercepat seperti Almansa untuk memperebutkan posisi start terdepan. Bagi para penggemar balap di Indonesia, keberhasilan Veda menembus barisan elit Q2 menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan talenta balap nasional kini mulai menunjukkan tajinya di panggung balap motor paling bergengsi di dunia.




