Dunia tinju kembali diguncang oleh narasi klasik. Sebelas tahun setelah pertemuan pertama mereka, Manny Pacquiao secara resmi melempar bola panas ke arah kamp Floyd Mayweather dengan merinci syarat-syarat kembalinya mereka ke ring.
Bagi Pacquiao, duel ini bukan soal uang semata—meskipun nominal yang terlibat akan sangat masif. Di usia yang sudah tidak muda lagi, ia merasa memiliki urusan yang belum selesai setelah kekalahan angka mutlak di tahun 2015 yang dibumbui isu cedera bahu. Pacquiao ingin membuktikan bahwa dalam kondisi bugar, ia mampu menembus pertahanan "Philly Shell" milik Mayweather.
Poin-Poin Tuntutan Pacquiao:
- Bukan Eksibisi: Pacquiao menegaskan tidak tertarik pada format 2 menit per ronde tanpa pemenang resmi. Ia ingin pertarungan 12 ronde penuh.
- VADA Testing: Menuntut protokol tes doping yang sangat ketat (VADA) sejak hari penandatanganan kontrak hingga malam pertarungan.
- Opsi Duel Ulang: Menyertakan klausul rematch jika pertarungan berakhir dengan keputusan teknis atau kontroversial.
Hambatan terbesar tetap ada pada Mayweather. "Money" Mayweather telah membangun kerajaan bisnis dari pertarungan eksibisi yang berisiko rendah namun berbayar tinggi. Menerima tantangan profesional dari Pacquiao di tahun 2026 berarti mempertaruhkan rekor suci 50-0 miliknya.
Namun, dengan tekanan dari promotor Timur Tengah yang siap menggelontorkan dana yang melampaui rekor PPV tahun 2015, daya tarik finansial mungkin akan menjadi alasan kuat bagi Mayweather untuk sekali lagi mengenakan sarung tinju profesionalnya.




