Stadion Wembley menjadi saksi bisu sejarah baru dalam sepak bola wanita dunia. Laga persahabatan internasional antara Timnas Wanita Inggris (Lionesses) melawan Amerika Serikat (USWNT) mencatatkan rekor penonton terbanyak untuk kategori pertandingan persahabatan wanita, dengan total 78.346 suporter yang memadati tribun. Laporan dari Sporting News pada 16 Februari 2026 menyoroti bagaimana duel antara dua tim peringkat teratas dunia ini berakhir dengan skor kacamata 0-0, sebuah hasil yang mencerminkan ketatnya pertarungan taktis di lapangan.
Pertarungan Taktis dan Drama VAR
Pertandingan ini menandai kembalinya Emma Hayes ke London, kali ini sebagai pelatih kepala USWNT. Meskipun Amerika Serikat tampil lebih mengancam sepanjang pertandingan, pertahanan Inggris yang dikomandoi oleh Mary Earps tampil sangat disiplin. Earps melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk saat menghalau tembakan Alyssa Thompson di awal laga. Di sisi lain, kiper veteran AS, Alyssa Naeher, berhasil mencatatkan clean sheet ke-10 di tahun 2024, sebuah pencapaian rekor pribadi dalam karier internasionalnya sebelum ia berencana pensiun tahun ini.
Momen paling kontroversial terjadi di babak kedua ketika wasit sempat memberikan penalti bagi Amerika Serikat akibat dugaan handball oleh Alex Greenwood. Namun, setelah intervensi Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut dibatalkan karena bola terbukti mengenai bagian tubuh Greenwood terlebih dahulu sebelum menyentuh lengannya. Hasil imbang ini menunjukkan kemajuan signifikan bagi pertahanan Inggris yang sebelumnya sempat goyah saat kalah dari Jerman Oktober lalu. Bagi Emma Hayes, laga ini adalah momen emosional di mana ia merasa bangga bisa memimpin tim Amerika di tanah kelahirannya sendiri.
Langkah Menuju Masa Depan
Meski tanpa gol, kualitas permainan yang ditunjukkan kedua tim memberikan gambaran mengenai peta kekuatan sepak bola wanita global saat ini. Inggris dan Amerika Serikat terbukti masih menjadi standar tertinggi dalam hal organisasi permainan dan ketahanan fisik. Pasca-pertandingan bersejarah ini, Sarina Wiegman akan memfokuskan skuadnya untuk menghadapi Swiss, sementara Amerika Serikat akan melanjutkan tur Eropa mereka ke markas Belanda. Antusiasme luar biasa dari para penggemar di Wembley menegaskan bahwa minat terhadap sepak bola wanita terus meroket menuju level yang belum pernah tercapai sebelumnya.




