London City Lionesses Siapkan Rekor Transfer untuk Kadidiatou Diani
Baca dalam 60 detik
- Klub promosi WSL London City Lionesses akan mendatangkan penyerang timnas Prancis Kadidiatou Diani dengan biaya transfer lebih dari £500.000.
- Diani hengkang dari Olympique Lyon meski masih terikat kontrak setahun, setelah tiga musim bersama raksasa Eropa itu.
- Kedatangan Diani melengkapi jajaran bintang anyar London City yang sudah mendatangkan Alexia Putellas, Mapi Leon, dan Mary Earps.

London City Lionesses dikabarkan akan memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan penyerang timnas Prancis, Kadidiatou Diani, dengan biaya lebih dari £500.000. Langkah ini menandai ambisi besar klub promosi Women's Super League (WSL) tersebut untuk bersaing di papan atas.
Diani, 31 tahun, mengumumkan kepergiannya dari Olympique Lyon pada Senin (14/8) meskipun masih memiliki sisa kontrak satu musim. Ia bergabung dengan Lyon pada 2023 setelah pindah dari Paris Saint-Germain dan mencatatkan 41 gol dalam 93 penampilan. Selama di Lyon, ia dua kali menjadi runner-up Liga Champions Wanita, termasuk musim lalu saat cedera lutut di semifinal membuatnya absen di final yang dimenangkan Barcelona.
Menurut sumber internal, London City telah melakukan negosiasi lanjutan selama beberapa pekan dan berhasil mengalahkan persaingan dari klub-klub Eropa lainnya. Kehadiran Diani akan melengkapi lini depan yang sebelumnya diperkuat oleh bintang-bintang seperti Alexia Putellas, Mapi Leon, dan Mary Earps yang direkrut pada jendela transfer musim panas ini.
Kedatangan Diani juga memiliki dimensi khusus karena ia akan kembali bekerja sama dengan pemilik London City, Michele Kang. Kang juga memiliki Lyon dan klub Amerika Serikat Washington Spirit. Sinergi antar klub ini memungkinkan pergerakan pemain lintas benua yang lebih leluasa.
Bagi sepak bola wanita Indonesia, langkah London City menjadi contoh bagaimana investasi besar dapat mengangkat profil klub dan kompetisi. WSL semakin menarik perhatian global dengan kehadiran pemain-pemain top. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan akan ada pemain Asia Tenggara yang merumput di liga elite Eropa.
London City sendiri finis di peringkat keenam pada musim debut mereka di WSL. Dengan tambahan amunisi baru, target mereka musim depan dipastikan lebih tinggi. Pertanyaannya, apakah Diani dan rekan-rekannya mampu membawa London City menembus empat besar atau bahkan merebut gelar?



