Mapi Leon Tinggalkan Barcelona, Gabung Proyek Ambisius London City Lionesses
Baca dalam 60 detik
- Bek timnas Spanyol Mapi Leon resmi menandatangani kontrak tiga tahun dengan London City Lionesses setelah 9 musim bersama Barcelona.
- Kepindahan ini menandai gelombang baru investasi di sepak bola wanita Inggris, dengan klub yang dimiliki miliarder Amerika Michele Kang mengumpulkan skuad bintang.
- Leon, yang sempat memboikot timnas Spanyol selama hampir tiga tahun, kembali ke performa puncak dan siap menjadi pemimpin di lini belakang Lionesses.

Mapi Leon, bek tengah andalan timnas Spanyol, memutuskan mengakhiri pengabdian selama sembilan tahun bersama Barcelona dan memulai petualangan baru di London City Lionesses. Pemain berusia 31 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi tiga musim, bergabung dengan klub yang tengah bertransformasi menjadi kekuatan baru di Liga Super Wanita Inggris (WSL).
Keputusan Leon tak lepas dari proyek ambisius yang tengah dibangun London City Lionesses di bawah kepemilikan Michele Kang, miliarder asal Amerika Serikat. Setelah finis di peringkat keenam pada musim debut mereka di WSL, klub bertekad menembus zona Eropa musim ini. Leon menjadi rekrutan keempat yang menggetarkan jagat sepak bola wanita Inggris, setelah Alexia Putellas, Mary Earps, Nicole Anyomi, dan Janni Thomsen.
"Saya antusias dan bahagia berada di sini. Proyek ini menarik dan atraktif. Saya melihat apa yang sedang dibangun dan mulai terbentuk," ujar Leon dalam pernyataan resmi. "Liga Inggris membantu perkembangan sepak bola wanita. Saya ingin menguji diri di negara lain, liga lain, dan memainkan tipe sepak bola yang berbeda."
Perjalanan Leon bersama timnas Spanyol sempat diwarnai gejolak. Ia memboikot La Roja selama hampir tiga tahun sejak 2022 akibat ketidakpuasan terhadap kondisi kerja dan konflik dengan Federasi Sepak Bola Spanyol. Akibatnya, ia absen di Piala Dunia Wanita 2023 yang justru dimenangkan Spanyol, serta kekalahan di final Euro 2025. Namun, sejak kembali pada Oktober 2025, ia langsung menjadi starter di final Nations League yang dimenangkan Spanyol 3-0 atas Jerman.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan ini menjadi cermin bagaimana investasi terarah mampu mengangkat daya saing klub. Meskipun kompetisi wanita di Indonesia masih dalam tahap pengembangan, langkah London City Lionesses menunjukkan bahwa pendanaan yang kuat dan visi jangka panjang bisa mendatangkan pemain kelas dunia. Kehadiran Leon di WSL juga memperkuat daya tarik liga tersebut sebagai destinasi utama pemain top Eropa.
Leon mengakui sosok Michele Kang menjadi faktor penentu. "Ia wanita inspiratif yang ingin sepak bola wanita berkembang dan maju. Tentu saya ingin menjadi bagian dari klub yang diciptakan untuk wanita," tambahnya. Dengan pengalaman dan kepemimpinan yang dimiliki, Leon diharapkan menjadi fondasi kokoh di lini belakang Lionesses. Pertanyaannya, mampukah proyek ambisius ini bersaing dengan raksasa WSL seperti Chelsea dan Manchester City dalam waktu dekat?



