Borussia Dortmund terus menunjukkan taringnya dalam perburuan gelar juara Bundesliga musim 2025/26. Dalam laga terbarunya di Signal Iduna Park, Die Schwarzgelben berhasil melumat Mainz dengan performa yang sangat dominan. Namun, sorotan utama bukan tertuju pada para pencetak gol, melainkan pada sosok bek asal Norwegia, Julian Ryerson. Laporan dari situs resmi Bundesliga pada 14 Februari 2026 mengungkapkan bahwa Ryerson baru saja mencatatkan performa tak terlupakan dengan membukukan empat assist sekaligus dalam satu pertandingan—sebuah pencapaian langka bagi seorang pemain bertahan.
Rekor dan Presisi Set-Piece
Ryerson menjadi aktor intelektual di balik seluruh gol Dortmund dalam kemenangan tersebut. Ia memberikan dua assist untuk Serhou Guirassy, serta masing-masing satu untuk Maximilian Beier dan Ramy Bensebaini. Luar biasanya, Ryerson mencatatkan hat-trick assist hanya di babak pertama, menjadikannya pemain Dortmund pertama yang mampu melakukan hal tersebut. Secara statistik, ia menjadi pemain kedua dalam sejarah klub (sejak pendataan detail dimulai pada 2004/05) yang mampu memberikan empat umpan berbuah gol dalam satu laga Bundesliga, menyamai catatan Pascal Groß tahun lalu.
Kekuatan utama Ryerson dalam laga ini terletak pada kemampuan melepaskan umpan silang yang mematikan, terutama melalui situasi bola mati (set-pieces). Tiga dari empat assist-nya berasal dari skema bola mati, dan seluruh gol yang dihasilkan berasal dari sundulan kepala. Ryerson, yang kini berusia 28 tahun, menanggapi pencapaiannya dengan rendah hati. "Cukup bagus untuk seorang bek," ujarnya sembari berkelakar bahwa tugasnya hanyalah menempatkan bola di titik yang tepat, sementara rekan setimnya yang menyelesaikan sisanya.
Menatap Der Klassiker
Kemenangan enam kali berturut-turut di liga ini menjaga tekanan Dortmund terhadap pemuncak klasemen, Bayern Munich. Dengan lini pertahanan yang solid dan produktivitas yang meningkat di bawah asuhan Niko Kovač, Dortmund kini menatap optimis laga Der Klassiker yang akan datang pada pekan ke-24. Performa luar biasa Ryerson membuktikan bahwa ancaman Dortmund tidak hanya datang dari barisan penyerang, tetapi juga dari kreativitas lini belakang yang mampu menjadi pemecah kebuntuan dalam perburuan trofi Meisterschale musim ini.




