Robert Lewandowski terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka di tengah performa impresifnya bersama Barcelona. Menjelang laga krusial La Liga melawan Girona, penyerang asal Polandia ini berada di ambang pencapaian sejarah yang akan menyandingkan namanya dengan salah satu ikon terbesar klub, Ronaldinho. Laporan dari Barca Universal pada 16 Februari 2026 menyoroti statistik luar biasa Lewandowski yang hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor frekuensi mencetak gol dalam pertandingan liga yang dipegang oleh sang legenda asal Brasil tersebut.
Konsistensi Sang Predator
Hingga saat ini, Lewandowski tercatat telah mencetak 79 gol dalam 57 pertandingan La Liga. Jika ia berhasil membobol gawang Girona di Stadion Montilivi, ia akan mencatatkan namanya sebagai pemain yang sukses mencetak gol dalam 58 pertandingan liga yang berbeda. Jumlah ini identik dengan catatan yang ditorehkan Ronaldinho selama masa kejayaannya berseragam Blaugrana. Pencapaian ini menegaskan status Lewandowski sebagai salah satu juru gedor paling andal dan konsisten yang pernah dimiliki Barcelona di era modern.
Girona sendiri merupakan lawan yang memiliki memori "campur aduk" bagi Lewandowski. Dalam lima pertemuan sebelumnya, ia sukses menyarangkan empat gol. Menariknya, dua gol pertamanya ke gawang Girona tercipta saat Barcelona justru menelan kekalahan pahit (masing-masing skor 2-4). Namun, pada pertemuan terakhir, brace (dua gol) dari Lewandowski menjadi kunci kemenangan telak 4-1 bagi skuad asuhan Hansi Flick. Dengan kondisi fisik yang prima dan insting gol yang tajam, Lewandowski diprediksi akan menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan tim asuhan Michel tersebut.
Dampak bagi Perburuan Gelar
Bagi Barcelona, gol Lewandowski bukan sekadar soal pengejaran rekor individu, melainkan kebutuhan vital untuk mengamankan poin penuh demi terus bersaing di papan atas. Kemampuannya untuk menjadi pembeda di momen-momen sulit sangat krusial bagi ambisi klub musim ini. Jika ia berhasil menyamai rekor Ronaldinho, hal tersebut akan menjadi suntikan motivasi tambahan tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi seluruh tim dalam menghadapi fase akhir kompetisi yang kian menentukan.




