Universitas Indonesia (UI) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan kelas dunia yang responsif terhadap kebutuhan pasar global. Pada Jumat, 13 Februari 2026, UI secara resmi meluncurkan UI Halal Training Center di Kampus Depok. Peresmian ini menandai babak baru dalam upaya strategis universitas untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) profesional yang kompeten di bidang industri halal, sekaligus memperkuat ekosistem jaminan produk halal di Indonesia yang kian kompetitif.
Mengisi Kesenjangan Talenta Halal
Wakil Rektor Bidang Infrastruktur dan Fasilitas UI, Prof. Agus Setiawan, menyoroti bahwa pengembangan sektor halal bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan strategi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Dengan tema "Building Halal Talent for a Global Future", pusat pelatihan ini dirancang untuk menjawab kekurangan tenaga ahli tersertifikasi—seperti penyelia dan auditor halal—yang selama ini menjadi salah satu hambatan (bottleneck) bagi UMKM dan industri besar dalam memperoleh sertifikasi halal.
Berada di bawah naungan UI Halal Center yang telah berdiri sejak 2017, unit baru ini akan fokus pada penyelenggaraan pelatihan teknis dan manajerial. Langkah ini sangat krusial mengingat target pemerintah untuk mewajibkan sertifikasi halal bagi berbagai produk yang beredar di pasar domestik semakin ketat pada tahun 2026.
Sinergi Akademisi dan Industri
Dalam acara peluncuran tersebut, UI juga menunjukkan komitmen inklusivitasnya dengan memberikan beasiswa pelatihan kepada peserta terpilih, bekerja sama dengan mitra strategis seperti BCA Syariah. Program perdana yang langsung digelar adalah Pelatihan Penyelia Halal untuk sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sinergi antara dunia akademik, industri perbankan syariah, dan pelaku usaha ini diharapkan dapat menciptakan standar kompetensi baru yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga mempermudah produk Indonesia menembus pasar halal global.




