Marquez Kunci Keunggulan di Sepang, Martin Terancam Absen dan Gelar Semakin Dekat
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez tampil dominan di sesi latihan bebas MotoGP Malaysia, mencatat waktu tercepat di kedua sesi meski sempat terjatuh ringan.
- Keunggulan Ducati terlihat jelas dengan tiga pembalap di lima besar, sementara rival utama Jorge Martin masih diragukan tampil karena cedera.
- Dengan selisih 10 poin atas Martin dan 50 poin atas Bezzecchi, Marquez berpeluang besar mengunci gelar juara dunia di Sepang.

Marc Marquez menegaskan ambisinya untuk terus menyerang di Grand Prix Malaysia setelah memuncaki kedua sesi latihan bebas di Sirkuit Sepang, Jumat (24/10/2025). Pembalap pabrikan Ducati itu merasa langsung nyaman dengan motor GP26 sejak keluar dari pit, meski rival utamanya, Jorge Martin, masih berjuang melawan cedera.
“Beberapa tahun di Sepang saya merasa baik sejak awal, tapi ada juga yang sulit. Hari ini, dari lap pertama, feeling-nya sudah bagus, terutama dengan ban belakang medium,” ujar Marquez seperti dikutip Motorsport.com. Ia menambahkan bahwa satu-satunya insiden adalah crash kecil di Tikungan 15 saat ia mengambil risiko lebih besar, namun selebihnya berjalan sempurna.
Dominasi Marquez tidak lepas dari performa solid Ducati. Tiga motor Desmosedici menghuni lima besar, dengan adiknya, Alex Marquez, menjadi yang tercepat kedua. Sementara itu, Martin yang membela Aprilia tertinggal 10 poin di klasemen dan belum pasti tampil hingga akhir pekan. Meski demikian, Marquez menolak mengambil pendekatan aman. “Posisi saya di kejuaraan ada di tangan saya sendiri, jadi saya berusaha mendekati 37 poin. Ducati juga bekerja baik di sini bersama Alex dan Diggia,” tegasnya.
Kendati demikian, Marquez tetap waspada. Ia mengingatkan bahwa hari Jumat belum menentukan segalanya. “Kita lihat saja nanti. Seperti di Assen dan Mandalika, kadang Jumat terlihat mudah, tapi akhir pekan bisa berubah. Jadi kita harus tenang,” imbuhnya.
Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, mengakui keunggulan Marquez. “Sepertinya Marc sedikit di depan semua orang. Adiknya juga cepat, sedikit lebih cepat dari saya,” kata Bezzecchi. Ia menyadari bahwa Sepang bukan sirkuit terkuat bagi Aprilia, tetapi melihat peningkatan yang menarik. “Kami masih kurang sesuatu, tapi pace-nya tidak buruk. Dalam time attack, mungkin saya bisa berbuat lebih baik untuk mendapatkan beberapa persepuluh detik,” ujarnya.
Catatan waktu menunjukkan Bezzecchi hampir setengah detik lebih lambat dari Marquez di kedua sesi. Namun, bendera kuning di menit-menit akhir sesi kedua sempat mengganggu para pembalap yang mengejar, sehingga gambaran kompetisi bisa sedikit terdistorsi. Pembalap Trackhouse, Ai Ogura, menjadi pembalap Aprilia tercepat di sesi sore dengan selisih 0,167 detik dari Marquez.
Dengan performa apik di hari pertama, Marquez berpeluang besar memperlebar jarak dan mengunci gelar juara dunia di Sepang. Namun, ia menyadari bahwa balapan masih panjang dan rival-rivalnya belum menyerah. Akankah Marquez melanjutkan dominasi dan meraih gelar di hadapan pendukungnya? Sabtu akan menjadi penentu arah persaingan.



