Verstappen Kritik Lawson Usai Insiden FP2 MotoGP Meksiko: 'Tidak Cerdas'
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen menilai aksi Liam Lawson di sesi latihan kedua GP Meksiko sebagai perilaku tidak cerdas karena berisiko merusak mobil dan karier Lawson yang sedang dipertaruhkan.
- Insiden kontak di sektor stadion menyebabkan Verstappen keluar lintasan dan mengalami kerusakan mobil, sementara Lawson finis kesembilan.
- Kritik Verstappen menyoroti tekanan yang dihadapi Lawson dalam memperebutkan kursi balap Formula 1 musim depan di tengah persaingan ketat di tim Racing Bulls.

Max Verstappen melontarkan kritik tajam terhadap Liam Lawson setelah keduanya terlibat kontak saat sesi latihan kedua (FP2) Grand Prix Meksiko. Insiden tersebut membuat Verstappen harus rela mobilnya mengalami kerusakan dan finis di posisi kelima, terpaut 0,311 detik dari Charles Leclerc yang menjadi tercepat.
Peristiwa bermula ketika Verstappen mencoba menyalip di tikungan 12, namun Lawson melakukan manuver serupa di tikungan berikutnya hingga membuat pembalap Red Bull itu keluar lintasan. Keduanya sempat beradu roda di sektor stadion, memicu bendera merah singkat untuk membersihkan puing-puing. Bagi Verstappen, insiden ini bukan sekadar nasib buruk, melainkan cerminan keputusan yang kurang matang dari Lawson.
"Saya tidak menyebutnya sial. Mungkin perilakunya tidak terlalu cerdas," ujar Verstappen kepada Sky Sports. "Pada akhirnya itu tidak mengubah akhir pekan saya, tapi jika saya jadi dia, saya akan bertindak lebih bijak. Apalagi ketika sedang memperjuangkan kursi, itu bukan tindakan yang cerdas."
Kritik Verstappen bukan tanpa alasan. Lawson tengah berada di persimpangan karier: performanya musim ini terbilang impresif dengan menempati peringkat kesembilan klasemen sementara dan mengoleksi 77 poin, tetapi masa depannya di Formula 1 masih abu-abu. Kontraknya bersama Racing Bulls akan berakhir pada 2027, dan posisinya terancam oleh talenta muda Red Bull seperti Nikola Tsolov yang sedang bersaing di Formula 2, serta rekan setimnya Arvid Lindblad yang telah mengumpulkan 38 poin.
Kepala Tim Red Bull Laurent Mekies menilai insiden tersebut sebagai hal yang tidak perlu. "Tidak ada dari mereka yang sedang dalam putaran cepat. Semua yang saya lihat sangat tidak perlu. Hal-hal seperti ini terjadi, seharusnya tidak, tapi begitulah. Yang penting sekarang mobil rusak, dan itu masalah kami," ujarnya kepada Sky Sports Germany. Mekies juga menyebut sesi Verstappen terganggu dan tim akan bekerja keras mempersiapkan mobil untuk kualifikasi.
"Jika saya jadi dia, saya akan bertindak lebih bijak. Apalagi ketika sedang memperjuangkan kursi, itu bukan tindakan yang cerdas." โ Max Verstappen
Bagi Lawson, insiden ini menjadi pengingat keras bahwa di Formula 1, batas antara ambisi dan kecerobohan sangat tipis. Tekanan untuk tampil maksimal demi mempertahankan kursi sering kali mendorong pembalap mengambil risiko berlebih. Namun, di sisi lain, Verstappen sebagai juara dunia empat kali tentu paham betul bagaimana mengelola risiko di lintasan. Kritiknya bisa jadi sindiran halus agar Lawson lebih dewasa dalam mengambil keputusan.
Persaingan di Racing Bulls musim depan semakin memanas. Dengan Tsolov yang kemungkinan besar promosi dan Lindblad yang menunjukkan performa solid, Lawson harus membuktikan bahwa dirinya layak dipertahankan. Sisa musim ini akan menjadi ajang pembuktian, dan insiden di Meksiko bisa menjadi catatan hitam jika ia tidak segera memperbaiki pendekatannya.
Pertanyaannya, akankah Lawson merespons kritik ini dengan performa impresif di sisa musim, atau justru sebaliknya? Yang jelas, Grand Prix Meksiko masih menyisakan sesi kualifikasi dan balapan, di mana setiap kesalahan bisa berujung fatal bagi masa depannya.



