Satu Poin yang Menahan Colton Herta: Mengapa Superlicence F1-nya Belum Sah
Baca dalam 60 detik
- Colton Herta mengumpulkan 39 poin superlicence, kurang satu dari ambang 40 setelah FIA menetapkannya di peringkat ketujuh IndyCar 2025.
- Cadillac masih bisa menambal kekurangan itu lewat sesi latihan bebas tambahan di Sao Paulo atau Las Vegas.
- Aturan Article 13.1.5b memberi Herta jaring pengaman tiga tahun untuk kembali mengajukan superlicence tanpa harus mengulang syarat 40 poin.

Colton Herta menuntaskan lebih dari 100 kilometer di sesi latihan bebas pertama Grand Prix Meksiko, tetapi jarak tempuh itu belum cukup mengantarnya ke pintu Formula 1. FIA memastikan pembalap Amerika Serikat tersebut masih tertahan satu poin dari syarat superlicence, dokumen wajib bagi siapa pun yang ingin tampil di grid F1.
Kebingungan sempat menyelimuti paddock di Mexico City. Banyak pihak mengira Herta telah mengantongi 40 poin setelah menjalani sesi FP1 bersama Cadillac. Nyatanya, perhitungan FIA lebih rumit: totalnya baru 39 poin, dan statusnya sebagai pembalap IndyCar 2025 menjadi sumber selisihnya.
Persoalan berakar pada klasemen akhir IndyCar 2025. Herta finis dengan poin sama seperti Felix Rosenqvist, dan posisinya sempat tercatat di peringkat keenam dalam investigasi awal FIA pada Juli. Jika bertahan di urutan keenam, ia seharusnya mendapat enam poin superlicence, cukup untuk melewati ambang 40. Namun, FIA kemudian memastikan Herta berada di posisi ketujuh, yang hanya bernilai empat poin. Kepastian ini disampaikan FIA kepada Motorsport.com setelah penelusuran lebih lanjut.
Dengan demikian, Herta membutuhkan satu sesi latihan bebas lagi untuk memenuhi syarat. Cadillac disebut berencana memberinya kesempatan tambahan, kemungkinan pada Grand Prix Sao Paulo atau seri berikutnya di Las Vegas. Tim asal Amerika Serikat itu memang telah menyatakan komitmennya untuk memberi sang protégé lebih banyak jam terbang di F1.
Pertanyaan berikutnya menyangkut masa berlaku superlicence. Secara harfiah, dokumen itu hanya sah satu tahun, yang sempat memunculkan anggapan bahwa peluang Herta harus terwujud pada 2027. Namun, FIA menjelaskan bahwa pemegang superlicence yang telah kedaluwarsa masuk kategori "previous licence holders". Mereka dapat mengajukan superlicence baru tanpa harus memenuhi syarat 40 poin lagi, asalkan telah menuntaskan minimal 100 kilometer di sesi latihan bebas F1 dalam tiga tahun terakhir.
"Pembalap harus memenuhi setidaknya salah satu persyaratan berikut: telah diberikan Super Licence (kecuali Free Practice Only Super Licence) dan, sebelum pengajuan, telah menyelesaikan setidaknya 100 km selama sesi latihan bebas kompetisi FIA Formula One World Championship, dalam 3 tahun sebelumnya," demikian bunyi Pasal 13.1.5b International Sporting Code.
Konsekuensinya, setelah superlicence Herta diajukan dan diterbitkan, Cadillac memiliki jendela tiga tahun untuk menempatkannya di kursi F1. Jika peluang itu tidak datang pada 2027, 30 poin dari IndyCar 2024 memang akan kedaluwarsa, tetapi Herta tetap bisa memperoleh superlicence baru hanya dengan satu sesi latihan bebas, tanpa perlu mengulang perhitungan 40 poin.
Di sisi lain, komposisi pembalap Cadillac untuk 2027 belum final. Sergio Pérez telah memperpanjang kontraknya hingga setidaknya 2029 menjelang balapan kandang di Meksiko. Namun, prinsipal tim Marcin Budkowski menolak menjawab lugas saat ditanya apakah kedua pembalapnya memiliki kontrak yang melampaui musim ini. Ia beralih dengan alasan konferensi pers FIA bukan tempat membahas hal tersebut, sehingga pintu perubahan susunan pembalap menjelang musim 2027 tetap terbuka. Valtteri Bottas, yang juga dikaitkan dengan kursi tersebut, mengaku belum khawatir kehilangan tempatnya.
Bagi Herta, satu poin yang tersisa bukan sekadar angka administratif, melainkan penentu kapan ia bisa resmi menyandang status pembalap F1. Cadillac tampaknya tidak terburu-buru, tetapi tekanan publik dan regulasi akan terus menguji seberapa cepat tim itu menuntaskan urusan superlicence. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Herta hanya perlu satu sesi latihan bebas lagi untuk membuka pintu yang selama ini tertutup rapat.



