RedBird Capital Jajaki Akuisisi Al-Nassr, Gerry Cardinale Incar Pertemuan dengan Ronaldo
Baca dalam 60 detik
- Gerry Cardinale melalui RedBird Capital Partners tengah menjajaki kemungkinan mengambil alih Al-Nassr dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.
- Langkah ini membuka peluang Cristiano Ronaldo terlibat sebagai pemilik klub, seiring kontraknya yang berakhir Juni 2027.
- Cardinale juga ingin bertemu langsung dengan Ronaldo untuk membahas rencana pensiun dan masa depan megabintang Portugal itu.

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dikabarkan sedang menjajaki peluang akuisisi klub Arab Saudi Al-Nassr. Langkah ini berpotensi mengubah peta kepemilikan klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo tersebut, sekaligus membuka jalan bagi sang megabintang untuk masuk ke jajaran pemegang saham.
Cardinale, pendiri RedBird Capital Partners, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan awal untuk mengevaluasi kemungkinan mengambil alih Al-Nassr dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Ketertarikan ini mencuat setelah ia memberikan keterangan kepada Gazzetta dello Sport, seperti dikutip ESPN.
"Ada pembicaraan untuk mengevaluasi peluang Al-Nassr. Saya juga dihubungi untuk mempelajari kemungkinan tersebut, tetapi semuanya masih dalam tahap awal. Saya memang banyak bekerja di kawasan Timur Tengah," ujar Cardinale.
Jika akuisisi terwujud, Ronaldo berpeluang mendapatkan peran sebagai salah satu pemilik Al-Nassr. Pemain berusia 41 tahun itu telah memperkuat klub sejak 2023. Cardinale pun mengaku tertarik bertemu langsung dengan Ronaldo untuk mengetahui rencana sang pemain setelah pensiun nanti.
"Saya ingin bertemu Ronaldo karena penasaran ingin mengetahui apa yang ingin dilakukannya setelah pensiun dan bagaimana keterlibatannya bersama klub Arab Saudi tersebut pada masa depan," kata Cardinale.
Selain itu, Cardinale menyebut masih akan mengevaluasi peluang untuk mengelola beberapa klub sekaligus. Saat ini, RedBird telah memiliki Toulouse FC di Prancis dan AC Milan di Italia. RedBird mengakuisisi 85 persen saham mayoritas Toulouse pada 2020, lalu merampungkan pengambilalihan AC Milan dua tahun berselang.
Di tengah kabar potensi perubahan kepemilikan, Ronaldo masih menunjukkan ketajamannya di lapangan. Pada Kamis (29/10/2026), mantan pemain Manchester United dan Real Madrid itu mencetak hattrick ketika Al-Nassr mengalahkan Al-Kholood dengan skor 5-3 dalam lanjutan Saudi Pro League. Tambahan tiga gol tersebut membuat koleksi golnya sepanjang karier mencapai 985. Ia kini hanya membutuhkan 15 gol lagi untuk menembus tonggak bersejarah 1.000 gol.
"Pertandingan yang luar biasa, penampilan tim yang hebat. Senang bisa membantu dengan mencetak hattrick!" tulis Ronaldo melalui media sosialnya.
Penampilan impresif Ronaldo bahkan mendapat pujian dari petinju Oleksandr Usyk yang menyaksikan pertandingan tersebut. Usyk menyebut megabintang Portugal itu sebagai sosok yang luar biasa.
Kabar ketertarikan RedBird terhadap Al-Nassr ini juga menjadi sinyal bahwa klub-klub Arab Saudi semakin terbuka terhadap investasi asing. Sebelumnya, PIF selaku pemilik Al-Nassr memang gencar mendatangkan pemain bintang untuk meningkatkan profil liga. Namun, dengan adanya pembicaraan akuisisi, bukan tidak mungkin model kepemilikan klub akan bergeser ke arah yang lebih mirip dengan klub-klub Eropa.
Bagi Cardinale, langkah ini sejalan dengan strategi ekspansi RedBird di dunia olahraga. Setelah sukses di Toulouse dan AC Milan, ia melihat Timur Tengah sebagai pasar yang menjanjikan. Apalagi, ia mengaku memiliki banyak pengalaman bekerja di kawasan tersebut.
Meski demikian, akuisisi Al-Nassr bukan perkara mudah. PIF sebagai pemilik saat ini memiliki kekuatan finansial yang besar dan belum tentu bersedia melepas saham mayoritas. Selain itu, regulasi kepemilikan klub di Arab Saudi juga perlu dicermati. Cardinale sendiri menegaskan bahwa pembicaraan masih dalam tahap awal, sehingga segala kemungkinan masih terbuka.
Yang pasti, masa depan Ronaldo akan menjadi faktor penting. Jika ia benar-benar pensiun pada 2027, Al-Nassr kehilangan daya tarik utama. Namun, jika ia terlibat sebagai pemilik, klub justru bisa mendapatkan nilai tambah dari sisi komersial dan prestise. Pertemuan Cardinale dengan Ronaldo nanti akan menjadi momen krusial untuk menentukan arah kerja sama ini.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia patut mencermati perkembangan ini. Sebab, langkah RedBird bisa menjadi preseden bagi investasi asing di klub-klub Asia, termasuk di Indonesia. Jika model kepemilikan seperti ini terbukti sukses, bukan tidak mungkin klub-klub Tanah Air juga akan dilirik investor global. Tentu saja, dengan catatan tata kelola dan regulasi yang mendukung.



