Pedro Acosta Tercepat Keempat di Sepang, tapi Mengaku 'Merasa Buruk' pada KTM RC16
Baca dalam 60 detik
- Pedro Acosta menempati posisi keempat pada sesi latihan MotoGP Malaysia, hanya terpaut 0,3 detik dari Marc Marquez, namun mengeluhkan hilangnya feel pada front KTM RC16.
- KTM menunjukkan kekuatan kolektif dengan tiga pembalapnya lolos langsung ke Q2, sinyal positif setelah serangkaian hasil kurang konsisten musim ini.
- Acosta berharap dapat menemukan kenyamanan dan konsistensi pada sesi kualifikasi, mengingat Sirkuit Sepang bukan trek yang mudah baginya.

Pedro Acosta menutup hari pertama latihan bebas MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang dengan catatan waktu keempat tercepat, Jumat (24/10/2025). Namun, pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu mengaku tidak puas karena kehilangan sensasi pada bagian depan motor RC16, terutama saat mengerem dan bermanuver.
Acosta membukukan waktu hanya 0,3 detik lebih lambat dari Marc Marquez, pembalap Ducati yang memimpin klasemen sementara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa posisi di papan waktu tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. "Waktu putaran memang tidak buruk, tapi perasaannya buruk sekali," ujarnya seperti dikutip Motorsport.com. "Saya tidak tahu mengapa tidak ada feel di depan. Saya berusaha keras untuk berbelok dan menemukan titik pengereman yang tepat."
Hasil ini tetap menjadi modal berharga bagi KTM. Selain Acosta, dua pembalap lainnya—Enea Bastianini dan Maverick Vinales—juga menembus 10 besar dan memastikan tempat di Q2. Vinales finis kedelapan, sementara Bastianini menyusul di urutan kesembilan. Ini merupakan kali pertama dalam beberapa balapan terakhir KTM menempatkan tiga pembalapnya langsung lolos ke Q2, sebuah tanda kebangkitan tim asal Austria tersebut.
Meski demikian, Acosta enggan larut dalam euforia. Ia justru menyoroti pentingnya menemukan kenyamanan pada motor sebelum sesi kualifikasi dan balapan. "Besok adalah hari untuk mencari feeling, bukan mengejar waktu putaran," tegasnya. Pembalap berusia 22 tahun itu menyadari bahwa Sepang bukan sirkuit yang bersahabat baginya. "Saya tahu Malaysia bukan trek yang mudah. Saya butuh waktu untuk mendapatkan pace. Tapi saya tenang karena dengan feeling yang buruk pun saya tidak lambat," tambahnya.
Musim ini, Acosta memang sering tampil impresif di awal musim, tetapi kemudian kehilangan konsistensi. Namun, ia beberapa kali mampu bangkit pada hari kedua setelah melakukan perbaikan setup. Hal serupa diharapkan terjadi di Sepang. "Saya sudah lebih cepat dari waktu kualifikasi saya tahun lalu. Sekarang tinggal mencari konsistensi," ujarnya.
Bagi KTM, penampilan solid ketiga pembalapnya menjadi angin segar. Vinales, yang baru pulih dari cedera, langsung menunjukkan kecepatan kompetitif. Acosta pun mengakui bahwa data dari rekan setimnya akan sangat membantu. "Saya senang untuk KTM, terutama Maverick. Dia sangat cepat meski sendirian. Data sore ini menarik untuk dipelajari," katanya.
Dengan persaingan MotoGP yang semakin ketat, kemampuan KTM mengatasi masalah handling akan menjadi kunci. Jika Acosta dan rekan-rekannya mampu menemukan setelan yang tepat, bukan tidak mungkin mereka akan merepotkan dominasi Ducati di Sepang. Sesi kualifikasi pada Sabtu (25/10/2025) akan menjadi ujian sesungguhnya.
Akankah Acosta mampu mengubah 'perasaan buruk' menjadi performa gemilang di lintasan? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa jam ke depan.



