NYSE Incar Pasar Perpetual Futures Kripto, Ajukan Izin ke CFTC
Baca dalam 60 detik
- Intercontinental Exchange (ICE) menggandeng Trade[XYZ] untuk membangun bursa perpetual futures berizin di Amerika Serikat.
- Langkah ini membuka jalan bagi investor institusi AS mengakses produk derivatif kripto yang sebelumnya hanya tersedia di platform lepas pantai.
- Regulator CFTC menjadi penentu akhir, sementara ICE juga menyuntik modal strategis ke Trade[XYZ] dengan nilai yang belum diungkap.

Bursa saham terbesar di dunia mulai merambah ranah derivatif kripto. Intercontinental Exchange (ICE)—induk perusahaan New York Stock Exchange (NYSE)—mengumumkan kerja sama dengan Trade[XYZ], pengembang pasar terbesar di bursa terdesentralisasi Hyperliquid, untuk menghadirkan perpetual futures di Amerika Serikat. Rencana ini masih menunggu restu Commodity Futures Trading Commission (CFTC), regulator yang mengawasi pasar derivatif komoditas di Negeri Paman Sam.
Perpetual futures adalah kontrak derivatif yang memungkinkan pedagang berspekulasi atas naik-turunnya harga aset—mulai dari saham, komoditas, hingga mata uang—tanpa batas waktu jatuh tempo. Produk ini telah lama menjadi primadona di pasar kripto global, tetapi hampir seluruh transaksinya berlangsung di platform luar negeri yang tidak dapat diakses investor AS. Ketiadaan akses legal di dalam negeri menjadi celah yang coba ditutup oleh ICE dan Trade[XYZ].
Menurut keterangan resmi kedua perusahaan, mereka akan membangun pasar khusus di AS lengkap dengan infrastruktur bursa dan lembaga kliring baru. Kliring merupakan sistem back-end yang memastikan setiap transaksi terselesaikan secara aman. Selain kerja sama operasional, ICE juga menanamkan modal strategis ke Trade[XYZ], meski nilai investasinya tidak diungkap ke publik. Langkah ini menandai keterlibatan langsung ICE dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi, setelah sebelumnya pada Oktober lalu mereka sepakat mengucurkan dana hingga US$2 miliar ke Polymarket, platform prediksi pasar.
Bursa baru yang akan diberi nama ICE[XYZ] direncanakan mencatatkan kontrak atas saham, indeks, komoditas, valuta asing, dan aset kripto. Produk-produk tersebut akan ditawarkan melalui broker dan platform yang menjadi peserta. Trade[XYZ] menyatakan akan merilis rincian produk, syarat kelayakan, dan jadwal peluncuran seiring berjalannya proses persetujuan regulator. Sementara itu, pasar Hyperliquid yang telah ada akan tetap beroperasi berdampingan dengan bursa AS yang baru.
Langkah ICE ini mempertegas tren institusionalisasi aset digital di Amerika Serikat. Setelah bertahun-tahun regulator bersikap hati-hati terhadap produk kripto, masuknya pemain mapan seperti NYSE memberi sinyal bahwa derivatif kripto semakin diterima di arus utama. Bagi investor institusi, kehadiran bursa berizin dan sistem kliring yang mapan mengurangi risiko counterparty dan memperjelas kerangka kepatuhan. Namun, persetujuan CFTC tidak serta-merta otomatis. Regulator masih harus menilai apakah infrastruktur baru ini memenuhi standar perlindungan investor dan stabilitas pasar.
"Tokenized equities are coming with or without issuers. Issuer-sponsored models make the token the share itself, preserving control and full rights," demikian pernyataan dalam siaran pers, mengisyaratkan bahwa gelombang sekuritas ter-tokenisasi tak terhindarkan.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti tengah menyusun kerangka regulasi aset kripto yang lebih komprehensif, termasuk kemungkinan perluasan instrumen derivatif. Jika bursa berizin seperti ICE[XYZ] terbukti sukses menarik minat institusi global, tekanan bagi regulator domestik untuk menyediakan instrumen serupa di pasar berizin akan meningkat. Di sisi lain, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat karakteristik perpetual futures yang sangat spekulatif dan berisiko tinggi.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah perpetual futures akan masuk ke pasar keuangan tradisional, melainkan seberapa cepat dan dengan pengawasan seperti apa. Persetujuan CFTC akan menjadi ujian pertama bagi model kolaborasi antara bursa mapan dan platform desentralisasi. Jika berhasil, gelombang serupa dari pemain tradisional lain diperkirakan menyusul, mengubah lanskap perdagangan derivatif global secara permanen.



