Natalie Portman Buka Suara soal Anak Ketiga: 'Keajaiban' di Usia 45 dan Hidup Tenang di Paris
Baca dalam 60 detik
- Natalie Portman menyebut kelahiran anak pertamanya bersama Tanguy Destable sebagai anugerah yang mengubah cara pandangnya terhadap peran ibu.
- Berbeda dari dua kehamilan sebelumnya, ia menikmati privasi di Paris dan merasa lebih tenang menghadapi proses menjadi orang tua.
- Pengalaman sebagai anak dokter fertilitas membuat Portman sadar akan tantangan kehamilan di usia lanjut dan bersyukur atas kesempatan yang jarang itu.

Aktris peraih Oscar Natalie Portman mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan setelah melahirkan anak ketiganya pada Agustus lalu. Dalam wawancara eksklusif dengan Harper's Bazaar, perempuan 45 tahun itu menyebut kehadiran buah hatinya bersama musisi Tanguy Destable sebagai pengalaman yang 'ajaib' dan memberinya perspektif baru tentang menjadi ibu.
Portman, yang juga memiliki dua anak dari pernikahannya dengan koreografer Benjamin Millepied—Aleph (15) dan Amalia (9)—mengaku bahwa kehadiran si kecil membuatnya semakin menghargai momen pertumbuhan anak-anaknya yang lebih besar. 'Ini memberi saya perhatian baru pada anak-anak besar saya juga, karena saya diingatkan betapa baru-baru ini mereka masih makhluk kecil yang segar dan betapa cepatnya mereka berkembang menjadi manusia luar biasa dengan kepribadian, selera humor, dan ide-ide mereka sendiri,' ujarnya seperti dikutip dari Harper's Bazaar.
Pasangan ini memilih merahasiakan detail tentang bayi mereka, dan tinggal di Paris, Prancis, dinilai membantu menjaga privasi tersebut. Portman membandingkan pengalamannya saat hamil di New York dan Los Angeles, di mana ia merasa terus diikuti oleh puluhan fotografer. 'Ketika saya hamil di New York dan L.A., saya diikuti 20 pria setiap hari. Ada begitu banyak minat pada wanita hamil. Saya tidak pernah diganggu lebih dari itu. Dan di sini, mereka tahu, dan saya hampir sepenuhnya dibiarkan sendiri,' tuturnya.
Dalam wawancara tersebut, Portman juga menyoroti perbedaan kehamilannya kali ini. Ia mengaku lebih tenang dan sadar diri. 'Ada rasa syukur yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami saat masih muda. Dan ada ketenangan serta pengetahuan tentang diri saya: dengan siapa saya ingin menghabiskan waktu, energi seperti apa yang saya inginkan di sekitar saya, yang membuat pengalaman ini indah setiap hari. Dan mengetahui ini mungkin terakhir kalinya, saya menghargai setiap momen,' jelasnya.
"Saya tumbuh dengan mendengar betapa sulitnya mendapatkan kehamilan. Saya memiliki banyak orang yang saya cintai yang mengalami kesulitan, jadi saya ingin tetap menghormati hal itu. Ini adalah hal yang indah dan menyenangkan, tetapi juga tidak mudah. Jadi saya tahu betapa beruntungnya saya."
— Natalie Portman, kepada Harper's Bazaar
Sebagai anak dari seorang dokter fertilitas, Portman sangat menyadari tantangan kehamilan di usia lanjut. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kehamilan yang dianggapnya sebagai keajaiban. Pengalaman ini juga membuatnya tidak terlalu terpaku pada media sosial. 'Saya tidak terlalu melihat media sosial. Mungkin karena sudah dua kali sebelumnya... Saya banyak membaca buku pertama kali, dan sekarang saya seperti, 'Oh, kita tahu apa yang harus dilakukan.' Tidak apa-apa. Anda akan mengetahuinya. Kita akan membuat banyak kesalahan, tidak peduli seberapa keras kita mencoba,' ujarnya.
Portman menikmati kehamilannya di Paris, tempat ia tinggal secara bergantian selama beberapa tahun. Ia menghabiskan waktu berjalan-jalan di taman-taman indah dan mengunjungi pameran seni. 'Di Prancis, mereka menganggap cukup bulan adalah 41 minggu bukan 40, jadi saya kira saya mendapat satu minggu ekstra untuk hamil kali ini,' candanya.
Kebahagiaan Portman ini menjadi sorotan publik, terutama setelah perceraiannya dengan Benjamin Millepied pada 2024. Kini, ia membuka lembaran baru bersama Destable dan si kecil. Meski demikian, ia tetap menjaga privasi keluarganya, terutama di tengah sorotan media internasional. Bagi Portman, pengalaman menjadi ibu di usia matang memberinya kebijaksanaan dan rasa syukur yang lebih dalam—sebuah pesan yang relevan bagi banyak perempuan yang menghadapi tantangan serupa.



