Molly Ringwald Bocorkan Aturan Pernikahan: Jangan Ucapkan Kata 'Selalu' hingga Larangan Merendahkan Pasangan
Baca dalam 60 detik
- Molly Ringwald dan Panio Gianopoulos menerapkan aturan komunikasi tegas untuk menjaga pernikahan mereka tetap harmonis sejak menikah pada 2007.
- Aktris berusia 58 tahun itu menekankan pentingnya menghindari kata 'selalu' dan perilaku merendahkan sebagai kunci hubungan langgeng.
- Nasihat tersebut juga diajarkan kepada ketiga anak mereka, dengan penekanan pada rasa hormat dan komunikasi terbuka.

Molly Ringwald, bintang film ikonik era 1980-an, mengungkap resep pernikahannya dengan penulis Panio Gianopoulos tetap bertahan sejak 2007. Dalam wawancara dengan People, aktris berusia 58 tahun itu membeberkan sejumlah aturan tidak tertulis yang mereka pegang teguh, salah satunya larangan menggunakan kata “selalu” saat bertengkar.
Pasangan yang menikah pada Juli 2007 setelah berkenalan melalui salon sastra online ini memang dikenal sebagai salah satu couple Hollywood yang adem. Namun, di balik itu, Ringwald menegaskan bahwa menjaga pernikahan bukanlah perkara instan. “Saya selalu bilang ke anak-anak, yang penting bukan apakah kalian bertengkar atau tidak, tapi bagaimana cara kalian bertengkar,” ujarnya, dikutip dari People.
Aturan pertama yang mereka terapkan adalah menghindari kata “selalu” ketika mengungkapkan keluhan. Menurut Ringwald, kalimat seperti “Kamu selalu begini” atau “Kamu selalu begitu” justru memicu pertengkaran yang tidak perlu. “Kami juga menghindari kata ‘selalu’. Itu semua butuh kerja keras, tapi mudah-mudahan hasilnya sepadan,” tambahnya.
Selain itu, keduanya sepakat untuk tidak pernah saling merendahkan atau melakukan name-calling. Ringwald menjelaskan bahwa kritik terhadap perilaku boleh saja, asalkan tidak menyerang pribadi. “Kamu bisa bilang, ‘Kamu sedang bersikap seperti ini,’ tapi jangan bilang, ‘Kamu memang begini’,” jelasnya.
“Jangan pernah berbicara dengan nada merendahkan. Itu adalah hal yang selalu kami pegang,” kata Ringwald.
Bagi Ringwald, pernikahan ibarat merawat taman. “Jika kamu menyiraminya, memberi pupuk, dan memberikan semua yang dibutuhkan, maka jika itu orang yang tepat, hubungan akan berkembang,” ujarnya memberikan perumpamaan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan merawat hubungan secara aktif.
Nasihat tersebut rupanya juga ia tularkan kepada anak-anaknya, terutama putri sulungnya, Mathilda. Ringwald mengaku memberikan saran kepada Mathilda untuk selalu menjadi diri sendiri dan menghormati diri sendiri. “Saran kencan yang selalu saya berikan adalah jadilah dirimu sendiri, hormati dirimu sendiri, dan jangan lakukan apa pun yang tidak kamu inginkan,” tuturnya.
Mathilda pun menimpali dengan nada bercanda, “Oh, dia itu seperti, ‘Jangan kasih kesempatan kedua, jangan toleransi hal-hal seperti itu.’” Sambil memeluk ibunya, ia menambahkan, “Aku merasa kamu sangat ketat.”
Sebelum menikah dengan Panio, Ringwald sempat menikah dengan penulis Valery Lameignere pada 1999 hingga 2002. Kini, pernikahannya dengan Panio telah berjalan lebih dari 17 tahun, dan ia berharap nilai-nilai yang mereka tanamkan bisa menjadi bekal bagi anak-anaknya kelak.
Di tengah tingginya angka perceraian di dunia hiburan, kisah Ringwald menawarkan perspektif bahwa hubungan yang langgeng bukanlah tentang menghindari konflik, melainkan mengelola konflik dengan cara yang sehat. Apakah aturan serupa bisa diterapkan dalam budaya pernikahan di Indonesia, yang masih lekat dengan nilai-nilai tradisional? Setidaknya, prinsip saling menghormati dan menghindari kata-kata menyakitkan bisa menjadi pelajaran universal.



