Nicolas Cage Akui Punya Kebiasaan Memotong Pembicaraan dan Minta Maaf ke Chris Rock
Baca dalam 60 detik
- Nicolas Cage secara terbuka mengakui pernah memiliki masalah kebiasaan memotong pembicaraan orang lain.
- Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Chris Rock setelah insiden tak terduga di acara radio Howard Stern pada 2022.
- Pengakuan ini disampaikan Cage dalam panel New York Comic Con, menjadi cermin kerentanan seorang bintang Hollywood.

Nicolas Cage, aktor peraih Academy Award, mengungkapkan penyesalannya karena pernah sering memotong pembicaraan orang lain. Dalam panel di New York Comic Con awal bulan ini, ia secara khusus meminta maaf kepada komedian Chris Rock atas insiden tak terduga dalam siaran The Howard Stern Show pada 2022.
Cage, yang kini berusia 62 tahun, menceritakan bahwa kebiasaan tersebut merupakan masalah lama yang telah ia sadari. “Saya tidak lagi memotong pembicaraan orang. Dulu saya punya masalah dengan itu. Saya merasa sangat buruk dan sudah meminta maaf,” ujarnya di hadapan audiens Comic Con, seperti dikutip dari laporan hiburan internasional.
Insiden yang dimaksud terjadi ketika Cage tiba-tiba muncul di studio Howard Stern Show saat Rock sedang diwawancarai. Tanpa direncanakan, ia masuk ke ruangan dan langsung mengambil alih perhatian. “Saya merasa tidak enak. Saya tidak tahu itu Chris. Saya hanya muncul begitu saja. Saya tidak ingin memberi Howard waktu untuk memikirkan pertanyaan,” kenang Cage.
Meski demikian, hubungan baik antara Cage dan Rock tetap terjaga. Cage mengaku bertemu Rock setelah kejadian itu dan menyebut komedian tersebut sebagai “orang paling keren di Hollywood.” Rock, menurut Cage, menerima permintaan maaf dengan lapang dada. “Saya menyayangi Chris dan dia baik tentang hal itu. Tapi ya, seharusnya saya tidak memotong pembicaraannya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Cage juga mengenang persahabatannya dengan mendiang aktor Sean Connery. Ia bercerita bahwa Connery sangat menyukai golf dan sempat mengajaknya bermain. “Saat itu saya lebih suka memancing dan berada di kapal. Sean ingin membawa saya ke lapangan golf,” ujarnya. Meski hubungan mereka harmonis, Cage mengaku tak pernah memenuhi ajakan tersebut karena keterbatasan waktu.
Pengakuan Cage ini bukan sekadar cerita masa lalu. Di industri hiburan yang kerap menuntut citra sempurna, kesediaan seorang bintang untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka menjadi semacam pernyataan kerentanan yang jarang terjadi. Langkah tersebut bisa memperkuat citra Cage sebagai figur yang manusiawi, sekaligus menjadi contoh bagaimana selebritas dapat mengelola konflik interpersonal di ruang publik.
Ke depan, publik akan menantikan apakah sikap reflektif ini berdampak pada cara Cage berinteraksi dengan media dan sesama artis. Yang jelas, insiden kecil di studio radio itu telah menjadi pelajaran berharga yang ia akui sendiri—sebuah pengingat bahwa di balik gemerlap Hollywood, etika mendengarkan tetap penting.



