Eric Bauza, Suara Modern Bugs Bunny, Meninggal di Usia 46 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Eric Bauza, pengisi suara Bugs Bunny dan Daffy Duck era modern, berpulang pada 25 Oktober akibat penyakit jantung hipertensi.
- Kepergiannya meninggalkan warisan besar di industri animasi, termasuk perannya dalam memperjuangkan rilis film Coyote vs. ACME.
- Karier Bauza yang membentang seperempat abad mencatat ratusan kredit, dari Super Mario hingga Teenage Mutant Ninja Turtles.

Aktor suara peraih Emmy, Eric Bauza, yang dikenal sebagai pengisi suara Bugs Bunny dan Daffy Duck dalam berbagai produksi Looney Tunes modern, meninggal dunia pada usia 46 tahun. Kabar duka ini diumumkan melalui akun Instagram resmi keluarganya pada Jumat (25/10) malam waktu setempat. Menurut pernyataan tersebut, Bauza menghembuskan napas terakhir akibat penyakit jantung hipertensi.
Kepergian Bauza terbilang mendadak dan mengejutkan banyak pihak. Ia bukan sekadar pengisi suara; ia adalah penjaga warisan karakter ikonik Warner Bros. yang sebelumnya dihidupkan oleh legenda Mel Blanc. Sepanjang kariernya, pria kelahiran Toronto ini telah mengisi suara ratusan karakter, baik orisinal maupun klasik, dalam berbagai film, serial televisi, dan permainan video.
Selain Bugs dan Daffy, Bauza juga terlibat dalam film The Day the Earth Blew Up: A Looney Tunes Movie, Space Jam: A New Legacy, dan Coyote vs. ACME. Di balik layar, ia dikenal sebagai sosok vokal yang lantang memperjuangkan rilis Coyote vs. ACME ketika film tersebut sempat ditarik dari peredaran oleh Warner Bros. Pada ajang Annie Awards 2024, saat membawakan acara, Bauza menyimpang dari naskah dan berseru sebagai Bugs dan Daffy, menuntut agar film itu dirilis. Aksi spontan itu kemudian dianggap sebagai salah satu faktor pendorong keputusan studio untuk akhirnya merilis film tersebut.
Dalam wawancara dengan Polygon pada Januari lalu, Bauza mengenang momen di Annie Awards tersebut. "Saya sudah menyiapkan lelucon itu, tapi pihak penyelenggara melarangnya. Jadi saya tetap melakukannya di luar naskah. Saya menunggu kail besar untuk menarik saya dari panggung," ujarnya sambil tertawa. "Setelah selesai, saya bilang, 'Sekarang itu berakhirโdan yang saya maksud adalah karier saya.' Penonton tertawa terbahak-bahak. Sejak itu saya mendapat rasa hormat dari banyak orang di industri animasi."
Karier Bauza dimulai sebagai animator pada awal 2000-an sebelum beralih ke dunia pengisian suara. Sepanjang seperempat abad, ia telah mengisi suara berbagai karakter dalam waralaba besar. Di antaranya Toad General dalam dua film Super Mario terbaru, Lego Luke Skywalker, Hot Rod dan Prowl di Transformers, Tiger Claw di Teenage Mutant Ninja Turtles, Sentinel di X-Men '97, Baby Fozzie di Muppet Babies, serta Woody Woodpecker.
Bagi industri animasi Indonesia, kepergian Bauza menjadi pengingat akan pentingnya regenerasi pengisi suara lokal. Di Tanah Air, profesi voice actor masih sering dipandang sebelah mata, padahal perannya krusial dalam menghidupkan karakter animasi dan konten digital. Figur seperti Bauza menunjukkan bahwa pengisi suara bukan sekadar pelengkap, melainkan arsitek utama identitas sebuah karakter yang mampu melampaui generasi.
Keluarga besar Looney Tunes dan para penggemar animasi di seluruh dunia tentu berduka. Namun, warisan Bauza akan terus hidup melalui suara-suara yang ia hembuskan pada setiap karakter. Pertanyaannya, siapa yang akan meneruskan tongkat estafet sebagai suara generasi berikutnya? Industri animasi global kehilangan satu talenta besar, tetapi jejaknya telah membuka jalan bagi para pengisi suara muda untuk berani bersuara, baik di balik mikrofon maupun di luar naskah.



