Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir, Shafira Ika: Semua Antusias
Baca dalam 60 detik
- Indonesia Women's League 2026/2027 resmi dimulai setelah vakum sejak 2019, disambut antusias oleh para pemain.
- Kapten Dewa United FC Women, Shafira Ika, menilai kembalinya kompetisi memperluas peluang pembinaan dan seleksi timnas putri.
- Pertumbuhan turnamen usia dini dari level pelajar hingga SSB menjadi fondasi penting bagi ekosistem sepak bola putri nasional.

Setelah absen selama tujuh tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia akhirnya kembali digelar. Kompetisi bertajuk Indonesia Women's League 2026/2027 ini menjadi oase bagi para pesepak bola putri Tanah Air yang selama ini kehilangan panggung kompetitif resmi sejak edisi terakhir pada 2019.
Kembalinya liga disambut hangat oleh Shafira Ika Putri, kapten Dewa United FC Women sekaligus penggawa Timnas Indonesia Putri. Ia mengaku bersyukur dan senang karena kompetisi kasta tertinggi sepak bola putri akhirnya bergulir lagi. "Rasanya senang sekali. Setelah penantian panjang, terakhir saya ikut tahun 2019, sekarang sudah ada lagi. Teman-teman juga sangat antusias," ujar Shafira seusai laga melawan Persita Women di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (25/10/2026).
Kegembiraan Shafira semakin lengkap karena Dewa United FC Women berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Persita Women pada pekan kedua liga. Namun, di balik euforia kemenangan, ada catatan penting tentang perjalanan panjang sepak bola putri Indonesia yang sempat terhenti.
Vakumnya kompetisi resmi selama hampir satu dekade sempat membuat keberlanjutan karier pesepak bola putri penuh ketidakpastian. Tanpa liga reguler, para pemain kesulitan menjaga performa dan mengembangkan kemampuan. Kini, dengan hadirnya kembali Indonesia Women's League, ekosistem sepak bola putri diharapkan kembali bergairah.
Shafira menilai kembalinya liga sejalan dengan perkembangan pesat ekosistem sepak bola putri belakangan ini. Berbagai turnamen usia dini, mulai dari level pelajar hingga Sekolah Sepak Bola (SSB), semakin aktif digelar di berbagai daerah. Menurutnya, pembinaan sejak usia muda akan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi baru atlet berbakat.
"Saya cukup senang melihat wadah sepak bola wanita di Indonesia yang sudah semakin banyak. Kondisi ini pasti bisa membantu membentuk skuad Timnas Indonesia Putri yang jauh lebih banyak dan berkualitas," lanjut Shafira.
Dengan semakin banyaknya ajang kompetisi, basis pemantauan dan pencarian bakat untuk timnas putri pun diprediksi meluas. Shafira berharap liga ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi magnet bagi perempuan muda untuk berani menekuni sepak bola. "Buat kalian yang ingin mencoba sepak bola wanita di Indonesia, ayo jangan malu-malu, tunjukkan bakat kalian," tegasnya.
Kembalinya Indonesia Women's League memang patut diapresiasi. Namun, tantangan ke depan masih besar: menjaga konsistensi kompetisi, meningkatkan kualitas pembinaan, dan memastikan liga ini berkelanjutan. Jika ekosistem ini terus tumbuh, bukan tidak mungkin sepak bola putri Indonesia akan bersaing lebih sengit di pentas regional maupun internasional.



