Meghan Markle 'Sangat Tertekan' atas Tuduhan Gambar Pelecehan Anak terhadap Ayahnya
Baca dalam 60 detik
- Meghan Markle menyatakan keprihatinan mendalam setelah tuduhan keterlibatan ayahnya dalam materi pelecehan anak mencuat ke publik.
- Thomas Markle Jr melaporkan ayahnya ke polisi Filipina dengan tuduhan kepemilikan gambar terlarang, memicu investigasi lintas negara.
- Kasus ini menambah lapisan konflik dalam keluarga kerajaan Inggris dan berpotensi berdampak pada citra publik Duchess of Sussex.

Duchess of Sussex, Meghan Markle, mengaku sangat terpukul oleh tuduhan yang menyeret nama ayahnya, Thomas Markle Sr, terkait kepemilikan gambar pelecehan anak. Dalam pernyataan resmi yang dikutip media Inggris, perempuan berusia 45 tahun itu menegaskan bahwa isu tersebut bukan hal baru baginya, karena ia telah menerima surat berisi tuduhan serupa pada 2018.
“Saya sangat tertekan dengan berita yang muncul dalam 24 jam terakhir, dan pikiran saya tertuju pada anak-anak yang mungkin menjadi korban,” ujar Meghan seperti dilansir The Sun. Ia menambahkan bahwa pada 2018 sebuah surat dikirim ke Metropolitan Police dan Royalty and Specialist Protection, yang kemudian disampaikan kepadanya. “Surat itu memuat tuduhan yang mengganggu terhadap ayah saya, dan saya diberi jaminan bahwa tuduhan tersebut sedang diselidiki,” lanjutnya.
Pernyataan itu muncul setelah laporan bahwa Thomas Markle Sr, 82, yang telah lama putus komunikasi dengan Meghan sejak sebelum pernikahannya dengan Pangeran Harry pada 2018, kini menghadapi penyelidikan polisi di Filipina. Menurut laporan The Sun, putra Thomas Sr, Thomas Markle Jr (60), telah menyerahkan pernyataan tertulis bersumpah kepada polisi di Kota Cebu, Filipina, setelah mengaku menemukan materi pelecehan anak di antara barang-barang milik ayahnya.
Thomas Jr, yang selama ini merawat ayahnya pasca-stroke pada 2022, mengaku terkejut dan merasa dikhianati. “Saat menemukan materi itu, saya ngeri dan tidak punya pilihan selain melaporkan ayah saya. Saya telah mendukung dan merawatnya selama bertahun-tahun, tetapi itu berhenti sekarang. Saya tidak akan berbicara dengannya lagi kecuali dipanggil untuk memberikan kesaksian,” katanya kepada The Sun. Ia juga mengaku telah menghubungi otoritas AS pada Juli, termasuk FBI, layanan pelaporan perlindungan anak nasional, dan polisi di Pennsylvania, tempat ayahnya sebelumnya tinggal.
Kasus ini mencuat di tengah hubungan yang telah lama retak antara Meghan dan keluarganya. Sejak menikah dengan Pangeran Harry, Meghan memang dikenal renggang dengan ayah dan saudara-saudara tirinya. Tuduhan ini tidak hanya mencoreng nama besar keluarga kerajaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap Duchess of Sussex, yang selama ini aktif dalam kampanye perlindungan anak dan perempuan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian Filipina maupun otoritas Inggris mengenai perkembangan penyelidikan. Publik pun diimbau untuk tidak menyimpulkan sebelum proses hukum berjalan. Sejumlah pengamat media menilai kasus ini akan menjadi ujian bagi Meghan dalam menjaga kredibilitasnya sebagai figur publik yang vokal soal isu sosial.
“Saya sangat tertekan dengan berita yang muncul dalam 24 jam terakhir, dan pikiran saya tertuju pada anak-anak yang mungkin menjadi korban.” — Meghan Markle
Di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan anak dari konten berbahaya, sejalan dengan UU Perlindungan Anak dan kampanye literasi digital yang gencar dilakukan pemerintah. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap penyebaran materi terlarang di lingkungan terdekat, serta proaktif melaporkan jika menemukan indikasi serupa.
Ke depan, publik akan menantikan hasil investigasi polisi Filipina dan apakah tuduhan ini akan berujung pada dakwaan resmi. Jika terbukti, kasus ini bisa menjadi preseden hukum lintas negara, sekaligus mengguncang dinamika keluarga kerajaan Inggris yang selama ini menjadi sorotan global.



