Ketua Komite Wasit PSSI Tegaskan Protes Saat Cek VAR Bisa Rusak Tempo Pertandingan
Baca dalam 60 detik
- Yoshimi Ogawa meminta pemain dan ofisial menjauh dari wasit ketika proses peninjauan VAR berlangsung agar komunikasi dengan ruang video tidak terganggu.
- Tekanan emosional di sekitar wasit dinilai memperlambat pengambilan keputusan dan memicu ketegangan di tribun penonton.
- Komite Wasit PSSI mengutamakan peringatan preventif, tetapi tidak ragu mendorong sanksi disiplin jika batas toleransi dilanggar.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyoroti kebiasaan pemain dan ofisial yang mendekati wasit saat pengecekan Video Assistant Referee (VAR) berlangsung. Menurutnya, tekanan berlebihan pada momen krusial itu bukan hanya mengganggu konsentrasi pengadil lapangan, tetapi juga berpotensi merusak ritme pertandingan secara keseluruhan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/10/2026), Ogawa menilai bahwa wasit membutuhkan ruang komunikasi yang bersih dengan petugas di ruang video. Sayangnya, pemandangan pemain mengerumuni wasit atau pelatih melontarkan protes masih sering terjadi di kompetisi domestik. Padahal, keputusan yang akurat sangat bergantung pada kelancaran koordinasi antara wasit dan tim VAR.
โKadang kami harus meminta ofisial atau pemain menjauh saat wasit sedang memeriksa VAR karena komunikasi sedang berjalan. Namun, masih banyak yang tetap mendekat,โ ujar Ogawa. Ia menambahkan bahwa kerumunan tersebut membuat diskusi antara wasit dan ruang VAR terhambat, sehingga waktu pertandingan banyak terbuang dan tempo permainan menjadi tidak nyaman.
Ogawa tidak menampik bahwa tekanan dari bangku cadangan maupun pemain di lapangan kerap memancing emosi suporter di stadion. Situasi itu, menurutnya, menciptakan atmosfer yang tidak kondusif dan pada akhirnya merugikan kualitas pertandingan. โHal ini benar-benar membuat tempo pertandingan menjadi tidak bagus,โ tegasnya.
โSebenarnya, wasit perlu menggunakan kewenangannya. Artinya memberikan kartu kuning atau kartu merah jika diperlukan.โ โ Yoshimi Ogawa, Ketua Komite Wasit PSSI
Meski menekankan pentingnya penegakan disiplin, Komite Wasit PSSI tetap mengedepankan pendekatan preventif. Klub-klub diimbau mengontrol emosi pemain dan stafnya, sementara manajemen tim diminta memberikan peringatan internal sebelum insiden berulang. Ogawa berharap kesadaran kolektif tumbuh seiring dengan semakin matangnya penerapan teknologi VAR di Indonesia.
Sejak diperkenalkan pada musim 2023/2024, VAR memang menjadi terobosan penting bagi sepak bola nasional. Namun, teknologi ini juga menuntut adaptasi perilaku dari semua pihak. Jika protes berlebihan terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kualitas kompetisi yang justru menjadi taruhannya. Pertanyaannya, mampukah klub-klub Liga 1 mendisiplinkan diri demi menjaga integritas pertandingan?



