PSIM Tanpa Ze Valente di Kandang Isenmulang, Guntur Cahyo Utomo Siapkan Alternatif
Baca dalam 60 detik
- Ze Valente absen akibat akumulasi kartu saat PSIM bertandang ke Isenmulang FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027.
- Caretaker pelatih Guntur Cahyo Utomo menilai absennya Ze sebagai peluang bagi pemain lain untuk tampil maksimal.
- PSIM masih terpuruk di posisi ke-17 dengan satu poin dan berusaha bangkit dari tren negatif.

PSIM Yogyakarta harus kehilangan gelandang andalannya, Ze Valente, ketika menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada laga ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (24/10/2026). Absennya Ze akibat akumulasi kartu menjadi pukulan tambahan bagi Laskar Mataram yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
Gelandang asal Portugal itu mendapat kartu merah pada pertandingan sebelumnya, sehingga harus menjalani sanksi. Ketiadaannya di lini tengah memaksa caretaker pelatih Guntur Cahyo Utomo mencari formula alternatif. Menurut Guntur, kehilangan pemain tentu tidak nyaman, tetapi ia memilih berpikir positif bahwa kondisi ini menjadi alasan bagi pemain lain untuk selalu siap.
"Kehilangan pemain tentu tidak memberikan kenyamanan bagi tim dan keseluruhan. Tapi kami mencoba untuk berpikir positif bahwa itulah alasan pemain lain harus selalu siap bermain," ujar Guntur, Jumat (13/10/2026).
PSIM saat ini terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi satu poin dari sekali imbang dan lima kekalahan beruntun. Kekalahan terakhir terjadi saat takluk 0-1 dari Bhayangkara FC pada pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026). Hasil tersebut membuat tim asal Yogyakarta semakin terbenam di dasar klasemen.
Selain kehilangan Ze, PSIM juga menghadapi jadwal padat dan perjalanan panjang. Setelah laga di Bandar Lampung, skuad langsung bertolak ke Bali untuk menghadapi Isenmulang FC. Guntur mengakui situasi ini kurang ideal, terutama karena jarak pertandingan yang sangat pendek dan perpindahan venue yang mendadak. Ia pun berupaya memulihkan kondisi fisik serta emosional pemain.
"Kami juga berusaha memulihkan kondisi emosional dan psikologis para pemain. Saat ini kami masih memiliki dua hari, semoga besok para pemain telah sepenuhnya fokus untuk bisa kembali bermain optimal di hari Sabtu," lanjutnya.
Mantan Direktur Akademi PSS Sleman itu juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Ia menilai PSIM sebenarnya tampil cukup baik pada 20 menit pertama melawan Bhayangkara sebelum kartu merah mengubah jalannya pertandingan. Setelah itu, kondisi tidak terkontrol dan baru bisa dikendalikan lagi beberapa saat setelah gol terjadi.
"Kami akan mencoba bermain seperti 20 menit pertama ketika melawan Bhayangkara. Targetnya, kami tidak kebobolan lagi. Semoga kami bisa memperbaiki pertahanan dan mencoba untuk mematangkan kemampuan mencetak gol para pemain, baik secara kolektif maupun individu," imbuhnya.
Dengan situasi yang ada, laga melawan Isenmulang FC menjadi ujian berat bagi PSIM. Tanpa Ze Valente, Guntur dituntut mampu meracik strategi yang tepat agar tim bisa setidaknya mencuri poin. Pertanyaannya, mampukah PSIM bangkit dan meninggalkan zona degradasi, atau justru semakin terpuruk dalam tren negatif?



