Persija Kokoh di Puncak, Persib Tertahan di Luar Lima Besar: Sinyal Ketimpangan Papan Atas BRI Super League
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta memuncaki klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan 15 poin dari enam laga, unggul satu angka atas Dewa United.
- Persib Bandung belum mampu menembus lima besar dan terpaku di peringkat keenam dengan 10 poin, terpaut lima angka dari Macan Kemayoran.
- Persaingan di papan bawah semakin memanas: Persijap Jepara menjadi juru kunci tanpa poin setelah menelan enam kekalahan beruntun.

Persija Jakarta belum tergoyahkan di singgasana klasemen sementara BRI Super League 2026/2027. Setelah melewati enam pertandingan, Macan Kemayoran mengoleksi 15 poin, unggul satu angka atas Dewa United yang membuntuti di posisi kedua. Dominasi tim ibu kota ini bukan sekadar soal angka, melainkan sinyal ketajaman lini depan yang mulai ditakuti lawan-lawannya.
Dari enam laga yang dilakoni, Persija mencatatkan lima kemenangan dan baru sekali menelan kekalahan. Produktivitas mereka terbilang impresif: 15 gol tercipta, sementara gawang hanya kebobolan lima kali. Selisih gol plus 10 menjadi bukti keseimbangan antara agresivitas menyerang dan soliditas pertahanan. Catatan ini menempatkan Persija sebagai kandidat kuat peraih tiket juara, meski kompetisi masih panjang.
Dewa United terus memberi tekanan. Dengan 14 poin hasil empat kemenangan dan dua imbang, tim asuhan pelatih anyar ini belum tersentuh kekalahan. Konsistensi mereka menjadi ancaman serius bagi Persija, terlebih jarak poin yang tipis membuat posisi puncak belum sepenuhnya aman. Madura United menyusul di peringkat ketiga dengan 13 poin, disusul Bali United yang mengoleksi 12 poin di urutan keempat.
Persita Tangerang melengkapi kuintet teratas dengan 11 poin dari lima pertandingan. Menariknya, Persita menjadi salah satu tim yang belum merasakan kekalahan, dengan raihan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Dengan satu laga tunda, mereka berpotensi menyalip Bali United dan Madura United jika mampu meraih poin penuh.
Di sisi lain, Persib Bandung masih berkutat di luar lima besar. Maung Bandung menempati peringkat keenam dengan 10 poin dari enam pertandingan, hasil tiga kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Catatan sembilan gol dan kebobolan tujuh kali menunjukkan lini belakang yang belum stabil. Kekalahan pada pertandingan terakhir menjadi pukulan telak bagi ambisi tim asuhan pelatih ini untuk kembali ke jalur juara.
"Kami harus segera memperbaiki konsistensi. Selisih poin dengan tim di atas masih bisa dikejar, tetapi kami tidak boleh kehilangan poin lagi," ujar seorang sumber internal Persib, seperti dikutip dari keterangan resmi klub.
Persaingan di papan tengah juga memanas. Bhayangkara dan Persik Kediri sama-sama mengoleksi 10 poin, namun berbeda dalam hal selisih gol. Persebaya Surabaya berada di urutan kesembilan dengan sembilan poin, sementara PSM Makassar menempati posisi ke-10 dengan delapan poin. Jarak poin yang rapat membuat setiap pertandingan menjadi krusial untuk menentukan arah musim.
Di dasar klasemen, Isenmulang tertahan di posisi ke-16 dengan dua poin. PSIM Yogyakarta berada di peringkat ke-17 dengan satu poin, dan Persijap Jepara menjadi juru kunci tanpa poin setelah menelan enam kekalahan beruntun. Situasi ini menjadi alarm bagi manajemen ketiga klub untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran sebelum jarak semakin melebar.
Menarik untuk dicermati, apakah Persija mampu mempertahankan konsistensi hingga paruh musim, atau justru Dewa United yang akan mengambil alih tampuk pimpinan? Sementara itu, Persib dituntut segera bangkit jika tidak ingin tertinggal lebih jauh dari persaingan gelar. Papan klasemen BRI Super League masih akan dinamis, dan setiap pekan menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim yang ingin mengukir sejarah.



