Ronaldo Jawab Sanksi FPF dengan Gol, 18 Lagi Menuju 1.000
Baca dalam 60 detik
- Cristiano Ronaldo mencetak gol pertamanya pasca-sanksi 30 hari dari FPF saat Al Nassr mengalahkan Al Faisaly 3-1 di Saudi Pro League.
- Gol sundulan memanfaatkan umpan Joao Felix itu membawa Al Nassr unggul 2-0 dan menjadi gol keenam Ronaldo musim ini.
- Dengan tambahan satu gol, Ronaldo kini hanya butuh 18 gol lagi untuk mencapai 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya.

Cristiano Ronaldo membuktikan bahwa hukuman Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) tidak menggoyahkan ketajamannya. Dalam laga lanjutan Saudi Pro League melawan Al Faisaly di Riyadh, Jumat (23/10/2026), penyerang berusia 41 tahun itu mencetak gol yang mengantar Al Nassr menang 3-1 sekaligus memangkas jarak menuju tonggak 1.000 gol karier menjadi hanya 18 gol.
Gol tersebut lahir pada awal babak kedua, tepatnya empat menit setelah jeda. Berawal dari situasi bola mati, Ronaldo memenangi duel udara dan menyambut umpan Joao Felix dengan sundulan terarah yang mengubah skor menjadi 2-0. Bagi mantan pemain Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu, momen ini terasa istimewa karena menjadi yang pertama sejak ia dijatuhi sanksi larangan bermain 30 hari plus denda 255 euro (sekitar Rp4,9 juta) oleh FPF pekan lalu.
Sanksi itu sendiri mencuat setelah insiden di tim nasional Portugal awal bulan ini, yang disebut-sebut berawal dari perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus. Alih-alih terpuruk, Ronaldo merespons dengan performa impresif di level klub. Gol ke gawang Al Faisaly adalah yang keenam baginya di Saudi Pro League musim ini, menegaskan bahwa usia bukan penghalang bagi naluri mencetak golnya.
Kemenangan ini juga menjaga posisi Al Nassr dalam persaingan gelar Saudi Pro League. Tim asuhan pelatih asal Portugal itu terus menempel Al Qadsiah dan Al Hilal di papan atas. Konsistensi Ronaldo menjadi faktor krusial bagi ambisi Al Nassr untuk merebut trofi domestik, terlebih ketika kompetisi memasuki fase krusial.
"Gol ini membuktikan bahwa Ronaldo masih memiliki mentalitas juara. Ia tidak membiarkan masalah di tim nasional mengganggu fokusnya bersama Al Nassr," kata seorang pengamat sepak bola Arab Saudi, seperti dikutip media lokal.
Bagi publik Indonesia, kisah Ronaldo ini menjadi cermin bagaimana atlet kelas dunia mengelola tekanan. Di tengah sorotan terhadap naturalisasi dan pembinaan pemain muda Timnas Indonesia, ketangguhan mental Ronaldo bisa menjadi pelajaran berharga. Bahwa karier panjang tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga kemampuan bangkit dari konflik dan sanksi.
Dengan 18 gol tersisa, pertanyaan besarnya: akankah Ronaldo mencatatkan 1.000 gol sebelum kontraknya berakhir, atau justru tekanan menuju tonggak itu menjadi beban baru? Yang jelas, setiap golnya kini menjadi magnet bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang selalu antusias menyoroti perjalanan sang megabintang.



