Krisis Manchester United: Eddie Howe Terbuka, Carrick di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Eddie Howe dikabarkan siap mendengarkan tawaran Manchester United, meski baru saja meninggalkan Newcastle United pada Juli lalu.
- Kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions memperpanjang rekor tanpa kemenangan United menjadi tujuh laga dan memanaskan kursi Michael Carrick.
- Direktur sepak bola Jason Wilcox menilai pengalaman Premier League Howe sebagai faktor kunci, sementara INEOS mulai memetakan opsi pengganti.

Manchester United kembali menjadi sorotan setelah rentetan hasil buruk yang mencapai titik nadir: kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions pada tengah pekan lalu. Kekalahan tersebut membuat Setan Merah belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir dan memicu spekulasi mengenai masa depan manajer Michael Carrick. Di tengah tekanan yang meningkat, nama Eddie Howe muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan Carrick, dan yang terbaru, pria berusia 48 tahun itu dikabarkan terbuka untuk mendengarkan pendekatan dari Old Trafford.
Menurut laporan jurnalis Matt Law dari The Telegraph, Manchester United termasuk dalam segelintir klub yang mampu menggoda Howe untuk kembali ke dunia manajemen, meskipun ia sempat berencana mengambil jeda panjang setelah meninggalkan Newcastle United pada Juli 2025. Howe dikabarkan akan menyimak tawaran dari United, tetapi ia perlu diyakinkan untuk segera kembali bekerja setelah meninggalkan St James' Park. Hingga saat ini, belum ada kontak resmi dari pihak Old Trafford.
Ketertarikan United terhadap Howe tidak lepas dari peran direktur sepak bola Jason Wilcox. Menurut laporan Jamie Jackson dari The Guardian, Wilcox menilai pengalaman Howe di Premier League sebagai nilai tambah yang signifikan. Selain itu, status Howe yang sedang tanpa klub membuatnya menjadi opsi yang menarik secara finansial bagi INEOS, grup yang mengendalikan operasional sepak bola United. Howe sendiri memiliki rekam jejak impresif bersama Newcastle, membawa The Magpies lolos ke Liga Champions pada 2023 dan 2025 serta meraih trofi Carabao Cup bersejarah.
Krisis di United tidak hanya soal hasil di lapangan. Ketegangan di ruang ganti mulai terendus publik setelah komentar terbuka dari Lisandro Martinez dan Bruno Fernandes. Legenda klub Wayne Rooney pun angkat bicara dengan nada pedas, menyoroti sikap para pemain yang dinilainya egois dan enggan bertanggung jawab. "Ketika Martinez berbicara, saya katakan ini mimpi buruk karena akan merobek ruang ganti," ujar Rooney dalam podcast The United Stand. "Kita sudah melihatnya dengan Bruno dan akan melihat lebih banyak pemain karena mereka tidak mau bertanggung jawab. Para pemain ini egois, mereka tidak peduli pada rekan setim, manajer, staf, atau penggemar."
Carrick sendiri diperkirakan tetap memimpin United pada laga Premier League melawan Bournemouth, Minggu (5/10). Dalam konferensi pers pra-pertandingan, ia mengakui tanggung jawab atas performa buruk tim. "Tanggung jawab saya adalah menurunkan tim yang mewakili klub ini, mewakili penggemar, dan bisa dibanggakan dengan identitas yang kami tunjukkan," kata Carrick. "Kami telah melenceng dari itu dalam beberapa pertandingan terakhir, dan saya sadar penuh serta sedang melakukan sesuatu untuk mengatasinya."
Meski demikian, tekanan pada Carrick tidak serta-merta mereda. Manajemen United disebut sedang mengevaluasi opsi jika perubahan pelatih diperlukan. Howe bukan satu-satunya nama yang masuk radar. Beberapa kandidat lain juga disebut, namun Howe menjadi yang paling menonjol karena kombinasi pengalaman, prestasi, dan ketersediaannya. Mantan co-owner Newcastle, Amanda Staveley, pernah menyebut Howe sebagai "manajer sempurna", sementara Pep Guardiola juga memuji kerja Howe di Tyneside. "Eddie telah melakukan pekerjaan luar biasa di Newcastle. Dia pantas mendapat pujian besar," ujar Guardiola.
Bagi INEOS, yang mengambil alih kendali operasional sepak bola United pada awal 2024, keputusan mengenai masa depan Carrick akan menjadi ujian pertama mereka dalam mengelola tekanan publik. Jika Howe benar-benar datang, ia akan menghadapi tugas berat membenahi tim yang sedang terpuruk, dengan ekspektasi tinggi dari fans yang sudah lama haus kesuksesan. Namun, semua bergantung pada hasil laga melawan Bournemouth akhir pekan ini. Kemenangan bisa sedikit meredakan tekanan; kekalahan lagi mungkin akan mempercepat perubahan di kursi manajer. Akankah Howe menjadi solusi, atau justru menjadi korban berikutnya dari ketidakstabilan di Old Trafford?



