AFC Nobatkan Jay Idzes sebagai Player to Watch Indonesia di Piala Asia 2027
Baca dalam 60 detik
- AFC menempatkan Jay Idzes dalam daftar player to watch Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2027.
- Kapten Garuda itu dianggap motor transformasi pertahanan Indonesia berkat pengalaman di Eropa.
- Cedera terbaru menjadi ujian, tetapi Idzes diprediksi kembali tepat waktu untuk Grup F melawan Jepang, Qatar, dan Thailand.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi menetapkan Jay Idzes sebagai player to watch dari Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi. Penunjukan ini mencuat menjelang turnamen yang dijadwalkan berlangsung 7 Januari hingga 5 Februari tahun depan, di mana AFC menyoroti satu pemain kunci dari setiap kontestan.
Bagi publik sepak bola nasional, label tersebut bukan sekadar pujian kosong. Idzes, yang kini berusia 26 tahun, telah menjadi pilar utama di lini belakang sejak menjalani debut pada Maret 2024. Tercatat 18 pertandingan telah ia lakoni bersama skuad Garuda, dan posisinya sebagai kapten menegaskan betapa besar kepercayaan staf pelatih terhadap kepemimpinannya.
AFC dalam laman resminya menilai Idzes sebagai sosok yang mampu mengubah wajah pertahanan Indonesia. Menurut konfederasi itu, kehadiran bek setinggi 190 cm tersebut membuat Tim Garuda tampil lebih kompetitif di kancah Asia. Pernyataan itu sejalan dengan rekam jejak Idzes yang menimba ilmu di kompetisi Eropa, termasuk saat memperkuat Sassuolo setelah pindah dari Venezia pada musim lalu.
Meski demikian, perjalanan Idzes tidak sepenuhnya mulus. Awal musim ini ia harus menepi karena cedera yang membuatnya absen dalam tiga pertandingan terakhir Sassuolo. Dampaknya terasa hingga level nasional: ia melewatkan dua FIFA Matchday terakhir yang total memuat enam laga bagi Timnas Indonesia. Kondisi ini sempat memunculkan kekhawatiran tentang kesiapan fisiknya.
Namun, AFC memperkirakan Idzes akan kembali bugar tepat saat Indonesia berlaga di Grup F. Bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, tim asuhan pelatih saat ini dituntut untuk melewati rekor babak 16 besar yang diraih pada edisi 2023 di Qatar. Dalam konteks itu, peran Idzes sebagai jenderal pertahanan menjadi krusial, terutama untuk meredam agresivitas lawan-lawan kelas atas.
"Kapten Timnas Indonesia itu diperkirakan akan memainkan peran sentral pada Piala Asia 2027 di Arab Saudi ketika timnya berusaha melampaui pencapaian terbaik sebelumnya, yakni mencapai babak 16 besar pada edisi 2023 di Qatar," tulis AFC.
Kepercayaan AFC terhadap Idzes juga mencerminkan tren yang lebih luas: Indonesia mulai diperhitungkan sebagai kekuatan baru di Asia. Selama beberapa tahun terakhir, program naturalisasi dan pembinaan pemain muda telah mengubah komposisi skuad. Idzes adalah salah satu produk dari strategi itu, dan penunjukan ini bisa menjadi sinyal bahwa dunia sepak bola Asia tidak lagi memandang Indonesia sebagai underdog semata.
Di level klub, konsistensi Idzes bersama Sassuolo menjadi modal berharga. Meski sempat cedera, ia hampir selalu menjadi pilihan utama di lini belakang. Pengalaman bertarung di Serie A dan kompetisi Eropa lainnya memberi dimensi berbeda pada cara ia membaca permainan, sesuatu yang jarang dimiliki bek lokal. Kombinasi pengalaman dan kepemimpinan inilah yang membuat AFC menyematkan predikat player to watch.
Namun, ada tantangan tersendiri bagi Idzes dan tim pelatih. Jadwal padat serta risiko cedera berulang harus dikelola dengan cermat. Piala Asia 2027 akan menjadi panggung pembuktian apakah Indonesia mampu konsisten bersaing di level elite Asia, atau justru kembali terjebak pada pencapaian sporadis. Idzes, dengan segala atributnya, berada di pusat pusaran harapan itu.
Pertanyaannya kini: mampukah Jay Idzes membuktikan bahwa label player to watch bukan sekadar pengakuan individual, melainkan pemicu lompatan kolektif bagi Timnas Indonesia? Jawabannya akan terlihat di Arab Saudi, kurang dari tiga bulan lagi.



