Mass Effect 5 Batal, Bocoran Plot: Agen N7 ala John Wick dan James Bond
Baca dalam 60 detik
- BioWare hentikan produksi Mass Effect: Universe, proyek yang disebut sebagai Mass Effect 5, setelah EA menutup studio dan melakukan PHK.
- Bocoran dari YouTuber Dantics mengungkap latar 600 tahun pasca-perang Reaper, konflik Cold War galaksi, dan protagonis N7 yang tangguh.
- Keputusan EA memicu spekulasi masa depan waralaba dan reaksi keras dari komunitas penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Harapan penggemar akan kelanjutan saga Mass Effect resmi pupus. Electronic Arts (EA) dikabarkan menutup BioWare dan membatalkan proyek yang selama ini dikenal sebagai Mass Effect 5, sehari setelah pengumuman penutupan studio. Kekecewaan semakin dalam ketika bocoran mengenai plot dan mekanisme permainan yang belum sempat terwujud mulai beredar, memberikan gambaran betapa ambisiusnya arah baru yang hendak diambil seri legendaris tersebut.
Menurut laporan yang beredar, proyek tersebut secara internal disebut Mass Effect: Universe. YouTuber Dantics, yang mengaku tergabung dalam "Mass Effect Council"—sebuah kelompok masukan komunitas untuk BioWare—membagikan detail yang ia ketahui melalui unggahan di platform X. Sebuah laporan dari Kotaku yang mengutip sumber anonim kemudian mengonfirmasi bahwa informasi dari Dantics tersebut akurat. Bocoran ini muncul tak lama setelah trailer internal menggunakan aset pra-produksi bocor ke publik, memperlihatkan potensi visual yang telah dikerjakan tim pengembang.
Salah satu poin paling mencolok adalah latar waktu cerita yang disebut berjarak lebih dari 600 tahun setelah peristiwa trilogi Shepard. Angka ini bukan kebetulan, melainkan selaras dengan durasi perjalanan dari galaksi Bima Sakti ke galaksi Andromeda seperti yang tergambar dalam Mass Effect: Andromeda. Koneksi ini seakan menegaskan bahwa benang merah antara semesta lama dan petualangan di Andromeda akan dijalin, menjawab petunjuk yang sempat muncul pada perayaan N7 Day beberapa waktu lalu.
Alih-alih mengulang pola invasi besar-besaran seperti dalam Mass Effect 3, Mass Effect: Universe disebut akan mengusung tema "Perang Dingin galaksi"—sebuah ketegangan politik antar-faksi yang lebih halus namun penuh intrik. Manusia, Krogan, dan Batarian digambarkan beraliansi, sementara ras-ras Council (kemungkinan Turian, Salarian, dan Asari) membentuk blok kekuatan sendiri. Geth muncul sebagai kekuatan super ketiga, melengkapi mosaik konflik yang rumit. Menariknya, Shepard disebut tetap memiliki warisan yang dihormati, terlepas dari akhir cerita apa pun yang dipilih pemain di trilogi sebelumnya.
Dari sisi permainan, pemain akan berperan sebagai agen N7 yang bisa disesuaikan penampilannya. Karakter ini dideskripsikan bukan sekadar "rak senjata berjalan", melainkan sosok yang lihai bergerak dan bertarung seperti John Wick, namun juga memiliki karisma dan taktik penyamaran ala James Bond. Level-level dalam permainan dirancang secara manual (handcrafted) dengan kebebasan pendekatan bergaya Hitman, memungkinkan pemain menyelesaikan misi dengan berbagai cara. Teknologi eksperimental yang ditanamkan pada tubuh karakter memberikan kemampuan hacking dan manipulasi lingkungan, seperti menembus pandang dinding, mengidentifikasi sistem, dan memicu jebakan dari jarak jauh—fitur yang mengingatkan pada Cyberpunk 2077.
"Alih-alih invasi Reaper, kali ini kita akan menghadapi musuh bayangan dalam perang dingin galaksi," demikian petikan dari bocoran yang beredar, menggambarkan nuansa cerita yang lebih dipenuhi intrik politik dan spionase.
Selain itu, Mass Effect: Universe disebut akan menghadirkan rekan satu tim yang bisa saling berselisih, menambah dinamika hubungan antar-karakter. Aspek romansa dikabarkan tidak akan disensor atau dibuat aman, memberikan kebebasan bagi pemain untuk menjalin hubungan sesuai preferensi. Liara T'Soni, karakter ikonik dari trilogi original, dikabarkan kembali muncul sebagai Asari Matriarch yang sangat kuat—sebuah evolusi dari sosoknya di masa lalu. Hubungan antara Bima Sakti dan Andromeda juga akan dieksplorasi, mungkin melalui megastruktur yang dibangun oleh Geth.
Bagi industri game global, pembatalan Mass Effect: Universe menjadi pukulan telak. BioWare, yang pernah dikenal lewat seri Dragon Age dan Mass Effect, kini menghadapi ketidakpastian setelah penutupan oleh EA. Keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang strategi EA ke depan, apakah akan fokus pada waralaba yang lebih komersial atau justru memberi ruang bagi pengembangan IP baru. Sementara itu, di Indonesia, komunitas penggemar Mass Effect—yang tersebar di forum-forum daring dan media sosial—menyuarakan kekecewaan. Banyak yang berharap agar waralaba ini bisa dilanjutkan oleh studio lain atau setidaknya dihidupkan kembali dalam bentuk lain, mengingat besarnya basis penggemar di Tanah Air.
Ke depan, masa depan Mass Effect masih menjadi tanda tanya besar. Apakah EA akan membuka pintu bagi pengembang eksternal untuk melanjutkan waralaba ini, atau justru membiarkannya menjadi kenangan? Sementara itu, detail bocoran dari Dantics dan laporan Kotaku mungkin masih akan terus bergulir, terutama jika anggota "Mass Effect Council" lain angkat bicara. Para penggemar kini hanya bisa berharap bahwa suatu hari nanti, semesta Mass Effect akan kembali hidup—entah melalui remake, sekuel spiritual, atau kejutan lain dari industri yang dinamis ini.



