Tottenham Incar Malo Gusto, Chelsea Buka Peluang Negosiasi di Bawah £67 Juta
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur disebut tengah memantau Malo Gusto, bek kanan Chelsea yang masa depannya di Stamford Bridge mulai dipertanyakan.
- Chelsea sempat memasang harga £67 juta untuk Gusto, tetapi valuasi itu kini ditinjau ulang seiring peran pemain yang menyusut musim ini.
- Ketertarikan Spurs muncul saat Pedro Porro dikabarkan terbuka pada tawaran Barcelona atau Real Madrid, sehingga bursa bek kanan menjadi prioritas.

Tottenham Hotspur menambah tekanan pada bursa transfer dengan menjadikan Malo Gusto sebagai salah satu target potensial, tepat ketika Chelsea mulai meragukan posisi bek kanan asal Prancis itu di skuad Roberto De Zerbi. Ketertarikan ini mencuat jelang derby London di Stamford Bridge akhir pekan ini, sebuah laga yang bagi Spurs bukan sekadar ajang gengsi, melainkan kesempatan membuktikan kebangkitan setelah kemenangan perdana mereka di Liga Premier musim ini.
Menurut laporan jurnalis Flashscore, Dean Jones, kubu Gusto tengah melakukan pembicaraan serius dengan manajemen Chelsea mengenai masa depan pemain. Chelsea disebut ingin memperoleh kejelasan sambil tetap memantau pasar bek kanan di Eropa. Peran Gusto yang mengecil musim ini membuka kemungkinan kepergian pada 2027, dengan jendela Januari maupun musim panas mendatang sebagai opsi yang tidak ditutup.
Yang membuat situasi ini menarik adalah harga. Chelsea sempat memasang banderol £67 juta untuk Gusto pada musim panas lalu. Namun Jones melaporkan bahwa angka tersebut sedang ditinjau ulang, dan bagi klub peminat seperti Tottenham, pergeseran valuasi bisa menjadi pembeda antara kesepakatan yang realistis dan kemewahan yang sulit dibenarkan.
Bagi Tottenham, kebutuhan mendesak di posisi bek kanan tidak lepas dari spekulasi seputar Pedro Porro. Jurnalis Pete O'Rourke melaporkan pekan ini bahwa pemain Spanyol itu terbuka terhadap pendekatan Barcelona atau Real Madrid, setelah muncul kekhawatiran terhadap arah perkembangan klub. Situasi ini memaksa Spurs mempertimbangkan skenario kehilangan Porro, meski belum ada kepastian soal masa depannya.
De Zerbi sendiri menghadapi tantangan taktis yang lebih rumit. Setelah kemenangan 3-1 atas Coventry, ia mengakui bahwa absennya sejumlah gelandang memaksanya memilih formasi tiga bek tengah. Fleksibilitas Gusto yang pernah dipakai Chelsea di sisi kiri dan lini tengah bisa menjadi nilai tambah di mata De Zerbi, terutama jika ia ingin mempertahankan variasi formasi tanpa kehilangan kualitas di sektor sayap.
Namun, Tottenham masih harus menghitung untung-rugi sebelum menggelontorkan dana besar. Menambah kompetisi di posisi bek kanan memang masuk akal, tetapi pembelian mahal seperti Gusto baru akan memiliki dasar kuat jika Porro benar-benar pergi. Logika ini sejalan dengan kebijakan transfer Spurs dalam beberapa tahun terakhir yang cenderung berhati-hati dalam mengeluarkan biaya besar untuk pemain yang belum tentu menjadi pilihan utama.
Dari sudut pandang Chelsea, penjualan Gusto bisa menjadi langkah strategis untuk menyeimbangkan pembukuan sekaligus memberi ruang bagi rekrutan baru. Namun, The Blues tidak berada dalam posisi terdesak untuk melepas pemain muda yang masih memiliki kontrak panjang. Sikap ini membuat negosiasi berpotensi berlarut-larut, terutama jika Tottenham mencoba menawar di bawah harga yang diinginkan Chelsea.
Bagi penggemar di Indonesia, dinamika transfer ini menjadi cermin bagaimana klub-klub Liga Premier mengelola aset pemain muda di tengah tekanan regulasi keuangan dan kebutuhan taktis. Kisah Gusto juga mengingatkan bahwa harga tinggi tidak selalu menjamin peran utama, dan fleksibilitas posisi bisa menjadi mata uang berharga di pasar yang semakin ketat.
Pertanyaannya kini: apakah Tottenham akan bergerak cepat jika Porro benar-benar hengkang, atau justru memilih menunggu hingga musim panas untuk mendapatkan harga yang lebih bersahabat? Jawabannya mungkin mulai terlihat setelah derby London akhir pekan ini, ketika kebutuhan taktis dan realitas finansial bertemu di atas meja negosiasi.



