Marquez Bangkit dari Crash, Rebut Pole di Phillip Island yang Basah
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez terjatuh di Tikungan 4 saat Q2, tetapi kembali dengan motor cadangan dan mencatat waktu terbaik 1 menit 34,203 detik.
- Selisih 1,493 detik atas adiknya, Alex Marquez, menegaskan dominasi Ducati di lintasan basah, sementara Jorge Martin harus puas start keempat.
- Kondisi trek yang licin dan hujan susulan mengacaukan strategi tim, membuka peluang bagi pembalap non-favorit untuk tampil mengejutkan di balapan Minggu.

Marc Marquez membuktikan kelasnya sebagai juara dunia bertahan. Meski terjatuh pada awal sesi kualifikasi kedua (Q2) Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (19/10/2024), pembalap Ducati itu bangkit dan merebut posisi terdepan alias pole position dengan catatan waktu 1 menit 34,203 detik.
Insiden di Tikungan 4 terjadi baru tiga menit sesi berjalan, saat trek masih terguyur hujan yang turun sejak pagi. Marquez pun belum sempat menorehkan waktu. Namun, ia berhasil membawa motor yang rusak kembali ke paddock melalui jalur servis, lalu beralih ke motor kedua dan langsung tancap gas.
Pada lap terbang pertamanya, Marquez langsung melesat ke puncak klasemen sementara, menyalip Johann Zarco (LCR Honda) yang sempat memimpin dengan selisih tipis 0,087 detik. Kecepatan Marquez tak terbendung. Di lap terakhir, ia menambah keunggulan menjadi 1,493 detik atas adiknya, Alex Marquez, yang membawa Gresini Ducati ke posisi kedua. Hasil ini menjadi pole keempat Marquez musim ini dan mengukuhkan dominasi Ducati di barisan depan.
Bagi Marquez, sesi kualifikasi ini seperti pengulangan drama yang kerap ia tunjukkan: jatuh, bangkit, lalu mendominasi. Namun, kali ini ia harus berterima kasih pada motor cadangan yang setelan basahnya sempurna. Sementara itu, para rival utamanya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, kesulitan menemukan ritme di kondisi licin. Martin, pemimpin klasemen, hanya mampu menempati posisi keempat setelah dua kali memperbaiki waktu di akhir sesi. Ia mengakui kesulitan menemukan cengkeraman di trek basah.
"Kami kesulitan mendapatkan suhu ban yang ideal. Trek sangat licin, dan saya harus mendorong lebih keras dari yang seharusnya," ujar Martin seperti dikutip Motorsport.com.
Bezzecchi, yang biasanya tampil impresif di sesi kering, harus puas start kesembilanโhasil kualifikasi terburuknya sejak GP Catalan. Sementara itu, pembalap tuan rumah Jack Miller (Pramac Yamaha) harus rela start kelima setelah disalip Martin di detik-detik akhir. Zarco, yang lolos dari Q1, menjadi penyelamat Honda dengan menempati posisi ketiga, memastikan satu tiket di barisan depan.
Di luar sorotan Marquez, sesi kualifikasi ini juga mencatat sejumlah kejutan. Pembalap pengganti Iker Lecuona (Gresini) tampil mengesankan dengan start ke-14, lebih baik dari Maverick Vinales (Tech3) dan Francesco Bagnaia (Ducati) yang harus start ke-16. Augusto Fernandez, yang menggantikan Toprak Razgatlioglu yang cedera, juga berhasil mengalahkan duo pabrikan Yamaha, Alex Rins dan Fabio Quartararo. Sayangnya, Honda harus kehilangan Luca Marini yang mundur karena sakit, sehingga tim pabrikan tidak diperkuat pembalap sama sekali di grid, setelah Joan Mir juga absen karena masalah kesehatan.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, hasil kualifikasi ini menjadi gambaran betapa kompetitifnya persaingan di musim ini. Dominasi Ducati di lintasan basah bisa menjadi sinyal bahwa tim asal Italia itu semakin sulit dibendung, terutama dengan performa Marquez yang konsisten. Sementara itu, para pembalap muda seperti Pedro Acosta (KTM) yang start ketujuh dan Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) di posisi ke-12 menunjukkan bahwa generasi baru siap memberi kejutan.
Balapan utama GP Australia akan digelar Minggu (20/10/2024) dengan prakiraan cuaca masih berpotensi hujan. Jika kondisi serupa terulang, strategi ban dan keberanian mengambil risiko akan menjadi faktor penentu. Mampukah Marquez mempertahankan momentum dari pole position, atau akankah Martin dan Bezzecchi bangkit untuk mempersempit jarak di klasemen? Jawabannya akan terlihat di lintasan basah Phillip Island.



