Gilardino Debut di Tardini, Parma Hadapi Torino dengan Tekanan Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Alberto Gilardino menjalani laga kandang pertamanya sebagai pelatih Parma setelah menggantikan Carlos Cuesta, sementara Torino datang dengan modal kemenangan atas Udinese.
- Parma masih tertahan di empat poin dari enam pertandingan dan baru saja dihantam Inter 0-3, sedangkan Torino menunjukkan stabilitas dengan tujuh poin dan rekor apik melawan Parma dalam tujuh pertemuan terakhir.
- Kembalinya Bernabé dan Ndiaye memberi opsi baru di lini tengah dan pertahanan Parma, tetapi Torino kehilangan beberapa pemain kunci karena cedera.

Alberto Gilardino akan merasakan atmosfer Stadio Ennio Tardini sebagai pelatih kepala Parma untuk pertama kalinya saat timnya menjamu Torino pada giornata ketujuh Serie A, Senin (29/9/2025) malam WIB. Laga ini menjadi ujian awal bagi Gilardino yang ditunjuk menggantikan Carlos Cuesta pada akhir September, di tengah catatan buruk Parma yang baru mengumpulkan empat poin dari enam pertandingan dan terakhir dibantai Inter Milan 0-3.
Parma saat ini terpuruk di papan bawah, dan kehadiran Gilardino diharapkan mampu membangkitkan semangat skuad. Meski demikian, tantangan tidak ringan karena Torino asuhan Ignazio Abate sedang dalam tren positif. Granata mengoleksi tujuh poin dan baru saja mengalahkan Udinese di kandang. Secara historis, Torino juga lebih dominan dalam tujuh pertemuan terakhir di Serie A dengan tiga kemenangan dan tiga imbang, sementara Parma hanya menang sekali.
Dari kubu tuan rumah, Gilardino mendapat kabar baik dengan kembalinya Adrián Bernabé ke lini tengah setelah pulih dari cedera. Bernabé langsung dimasukkan ke starting XI untuk mengatur tempo permainan. Di lini belakang, Abdoulaye Ndiaye juga sudah kembali ke skuad setelah absen, meski belum tentu langsung bermain. Namun, Parma masih tanpa Hans Nicolussi Caviglia dan Pontus Almqvist yang cedera, serta Elphege yang baru menjalani operasi usus buntu. Valenti juga tidak masuk rombongan karena sudah tidak menjadi bagian tim utama.
Torino datang dengan kekuatan hampir penuh, meski beberapa pemain absen. Niccolò Fortini masih belum pulih dan tidak dibawa, sama seperti saat melawan Udinese. Emirhan Ilkhan dipastikan absen sekitar tiga pekan karena cedera, kiper Franco Israel juga tidak tersedia, dan Luongo tidak dipanggil. Di lini belakang, Ardian Ismajli masuk menggantikan Ricardo Rodríguez yang harus duduk di bangku cadangan. Tidak ada pemain dari kedua tim yang terkena sanksi kartu.
"Kami perlu memanfaatkan momentum dan kembali ke jalur kemenangan. Torino adalah tim yang solid, tetapi kami bermain di kandang dan target kami jelas: tiga poin," ujar Gilardino dalam konferensi pers jelang laga, seperti dikutip media Italia.
Bagi Parma, laga ini bukan sekadar upaya meraih angka penuh, tetapi juga momentum untuk membangun kepercayaan diri di bawah arahan baru. Gilardino dikenal sebagai pelatih yang menekankan disiplin taktik dan transisi cepat. Dengan komposisi pemain yang ada, ia kemungkinan akan mengandalkan kreativitas Bernabé di tengah dan kecepatan Touré serta Romero di lini depan. Sementara Torino akan mengandalkan duet Adams dan Simeone untuk menembus pertahanan Parma yang masih rapuh.
Kemenangan akan sangat berarti bagi Parma untuk menjauh dari zona degradasi dan memberi waktu bagi Gilardino membangun identitas tim. Sebaliknya, Torino ingin menjaga momentum positif dan menempel ketat tim-tim papan atas. Pertanyaannya, mampukah Gilardino mengubah nasib Parma di hadapan pendukung sendiri, atau Torino kembali memperpanjang rekor tak terkalahkan atas Crociati?



