YouTube Uji Coba Custom Feed, Pengguna Bisa Atur Sendiri Rekomendasi Video
Baca dalam 60 detik
- YouTube meluncurkan fitur custom feed yang memungkinkan pengguna membuat hingga delapan linimasa sesuai minat, tetapi masih terbatas untuk pengguna AS.
- Fitur ini memberi kendali lebih besar atas algoritma dan berpotensi mengubah cara konsumsi konten di platform, meski tontonan tetap memengaruhi rekomendasi utama.
- Langkah ini dapat menjadi preseden bagi platform lain dalam menghadapi kritik atas dominasi algoritma dan relevan bagi pengguna Indonesia yang menanti ketersediaan global.

YouTube mulai menguji fitur custom feed yang memungkinkan pengguna menyusun sendiri linimasa video sesuai preferensi, bukan sekadar mengikuti rekomendasi algoritma. Peluncuran perdana dilakukan di Amerika Serikat untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas dengan antarmuka berbahasa Inggris, menandai pergeseran besar dalam cara platform video terbesar dunia itu mengelola feed pengguna.
Fitur ini muncul sebagai respons terhadap keluhan umum bahwa algoritma YouTube kerap terlalu agresif mendorong konten serupa. Misalnya, setelah menonton satu video memasak, beranda pengguna bisa dipenuhi tutorial kuliner selama berhari-hari. Dengan custom feed, pengguna dapat mengetikkan topik, kanal, atau suasana yang diinginkan melalui ikon "+" di bagian atas beranda aplikasi seluler. YouTube kemudian membangun linimasa baru yang sesuai permintaan tersebut.
Yang menarik, pengguna tidak dibatasi pada satu linimasa. Beberapa feed dapat dibuat dan disimpan di bagian atas layar, sehingga dapat berganti-ganti sesuai suasana hati. Linimasa yang sudah ada pun bisa disunting dengan mengubah perintah di kotak pencarian, dan menyegarkan feed akan menghasilkan rekomendasi baru berdasarkan perintah yang sama. Fitur ini juga tersinkronisasi lintas perangkat, termasuk desktop.
Selain custom feed, YouTube merombak navigasi dan tab Beranda di aplikasi seluler. Linimasa khusus untuk Live, Music, serta Movies & TV akan muncul di bagian atas Beranda. Namun, Movies & TV hanya tampil jika pengguna memiliki langganan yang memenuhi syarat seperti Primetime Channels atau add-on YouTube TV. Perubahan yang lebih signifikan adalah pemindahan tab Subscriptions dari bilah navigasi bawah ke bilah atas Beranda dengan nama "Subs", tepat setelah feed utama.
Langkah ini memperlihatkan upaya YouTube menyeimbangkan dua kepentingan: mempertahankan keterlibatan pengguna melalui rekomendasi algoritmik, sekaligus memberi kendali lebih besar kepada pengguna yang mulai lelah dengan banjir konten serupa. Sejumlah pengamat menilai fitur ini dapat memperpanjang waktu tonton karena pengguna merasa lebih puas dengan konten yang dipilih sendiri. Namun, YouTube menegaskan bahwa menonton video di custom feed tetap akan memengaruhi rekomendasi Beranda reguler, sehingga algoritma utama tidak sepenuhnya ditinggalkan.
Bagi pasar Indonesia, fitur ini belum tersedia dan kemungkinan baru akan hadir dalam beberapa bulan ke depan setelah uji coba di AS. Pengguna Indonesia yang selama ini mengandalkan YouTube sebagai sumber hiburan dan informasi perlu menunggu ketersediaan global. Meski demikian, langkah YouTube ini dapat menjadi sinyal bagi platform lain seperti TikTok, Instagram, dan Netflix untuk mempertimbangkan fitur serupa, terutama di tengah meningkatnya kritik terhadap dominasi algoritma yang dianggap mengurangi keragaman konten.
"Kami ingin memberi pengguna lebih banyak cara untuk menemukan video yang mereka sukai, tanpa harus melawan algoritma," ujar juru bicara Google dalam pengumuman resminya, seperti dikutip dari laman Tech Yahoo.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa besar custom feed benar-benar mengubah perilaku menonton. Jika fitur ini diterima baik, bukan tidak mungkin YouTube akan memperluasnya ke lebih banyak negara dan perangkat, termasuk tablet. Namun, tantangan tetap ada: memastikan linimasa buatan pengguna tidak menjadi sarang konten yang terlalu sempit atau justru mempersempit paparan terhadap beragam perspektif. Bagi pengguna di Indonesia, kesabaran masih diperlukan sambil menantikan apakah inovasi ini akan sampai ke layar mereka.



