Sarri Sebut Atalanta Lebih Banyak Positif Meski Kalah dari Ajax
Baca dalam 60 detik
- Atalanta menelan kekalahan 0-2 dari Ajax di Conference League akibat dua kesalahan di menit akhir.
- Maurizio Sarri menilai timnya tampil intens dan menciptakan peluang, tetapi gagal memanfaatkannya.
- Krisis cedera di lini belakang memaksa Sarri menurunkan pemain muda yang melakukan kesalahan fatal.

Atalanta harus mengakui keunggulan Ajax dengan skor 0-2 dalam lanjutan Conference League di Amsterdam, Jumat (26/9/2025) dini hari WIB. Dua gol tuan rumah tercipta di lima menit terakhir, membuyarkan harapan La Dea yang sebelumnya tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang.
Pelatih Maurizio Sarri mengaku tidak menyangka timnya akan kalah. "Memasuki lima menit terakhir, hal terakhir yang saya pikirkan adalah kekalahan," ujarnya kepada Sky Sport Italia. Menurutnya, situasi pertandingan saat itu masih menguntungkan Atalanta. Namun, dua kesalahan individu membuat Ajax memetik kemenangan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Atalanta yang tengah dilanda krisis cedera di lini belakang. Empat bek tengah absen, memaksa Sarri menurunkan pemain akademi Relja Obric untuk kedua kalinya di tim senior. Sebelumnya, Obric juga melakukan kesalahan dalam debutnya melawan AC Milan di Serie A akhir pekan lalu.
Meski kalah, Sarri melihat ada peningkatan performa. "Kami bermain dengan tempo dan intensitas yang layak di level Eropa melawan tim bagus," katanya. Ia menyesali kegagalan memanfaatkan peluang, terutama saat unggul jumlah pemain dalam situasi transisi. "Di level ini, Anda tidak bisa memiliki tiga pemain melawan dua dan tidak menciptakan satu pun tembakan ke gawang," tegasnya.
"Kami perlu hasil untuk keluar dari situasi ini, tetapi kami tidak boleh meninggalkan stadion dengan perasaan hancur. Sedikit marah, mungkin frustrasi, tapi tidak hancur, karena ini adalah penampilan yang kuat," ujar Sarri.
Sarri juga menyoroti kurangnya dukungan untuk Obric saat menghadapi lawan yang lebih tinggi dan kuat. "Seharusnya ada bantuan dari rekan setim," ujarnya. Ia menilai tanggung jawab kekalahan lebih kepada kegagalan memanfaatkan peluang daripada kesalahan lini belakang. "Saya tidak pernah menyebut absensi, tapi kami tanpa empat bek tengah malam ini. Jika ada tanggung jawab, saya lebih menekankan pada penyelesaian peluang," tutupnya.
Bagi Atalanta, kekalahan ini memperpanjang tren negatif di Eropa dan menambah tekanan di Serie A. Klub asal Bergamo itu kini harus segera bangkit untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur. Sementara itu, Ajax meraih tiga poin penting yang mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen grup. Pertanyaan besarnya: mampukah Atalanta mengatasi badai cedera dan kembali ke jalur kemenangan, ataukah krisis ini akan semakin dalam?



