Leverkusen Incar Tiga Kemenangan Beruntun di Europa League, OFI Crete Jadi Ujian
Baca dalam 60 detik
- Bayer Leverkusen akan menghadapi OFI Crete pada matchday ketiga Europa League 2026/27, Kamis (24/9) pukul 18.45 CEST, dengan target menyapu bersih tiga laga awal.
- Leverkusen sejauh ini belum kebobolan dan mencatat dua kemenangan meyakinkan, sementara OFI berupaya bangkit setelah kekalahan di Rennes.
- Hasil laga ini bisa menentukan posisi kedua tim di klasemen sementara dan menjadi indikator ambisi Leverkusen menuju fase gugur.

Bayer Leverkusen akan menyambangi markas OFI Crete pada pertandingan ketiga fase liga UEFA Europa League 2026/27, Kamis (24/9) pukul 18.45 CEST. Kemenangan akan membuat Die Werkself menyapu bersih tiga laga awal dan memperkokoh posisi di papan atas klasemen sementara.
Di bawah asuhan Carles Martínez, Leverkusen tampil impresif dengan dua kemenangan tanpa kebobolan: menundukkan Celje 2-0 di kandang, lalu membantai Lech Poznań 4-0 pekan lalu. Mereka kini menempati peringkat kedua di belakang Juventus hanya karena selisih gol, dan menjadi satu dari tiga tim yang belum kemasukan di kompetisi ini. Catatan tersebut menggarisbawahi solidnya lini belakang yang menjadi fondasi performa apik mereka.
Sementara itu, OFI Crete kembali ke panggung utama kompetisi Eropa setelah absen hampir seperempat abad. Klub asal Pulau Kreta itu lolos setelah menjuarai Piala Yunani untuk kedua kalinya dengan mengalahkan PAOK di babak tambahan waktu musim lalu. Meski finis di peringkat keenam Super League Yunani 2025/26, OFI memulai kiprahnya di Europa League dengan kemenangan 2-0 atas Hoffenheim, sebelum takluk 1-2 di markas Rennes. Kini mereka bercokol di posisi ke-18 dan bertekad bangkit di hadapan pendukung sendiri.
Bagi Leverkusen, laga ini bukan sekadar soal menjaga rekor sempurna. Sebagai finalis Europa League 2023/24 di bawah Xabi Alonso, ambisi untuk kembali ke final tentu membara. Konsistensi di fase liga menjadi kunci untuk mendapatkan posisi menguntungkan di babak gugur. Kemenangan atas OFI akan menjadi sinyal bahwa tim ini serius menargetkan trofi yang lepas dua musim lalu.
Di sisi lain, OFI Crete menghadapi ujian berat. Kemenangan atas Hoffenheim menunjukkan mereka mampu bersaing, tetapi kekalahan di Rennes mengungkap kerentanan saat bermain di kandang lawan. Bermain di hadapan publik sendiri bisa menjadi motivasi tambahan, namun menghadapi tim sekuat Leverkusen menuntut disiplin taktik dan efisiensi dalam memanfaatkan peluang.
"Kami tahu Leverkusen adalah tim kelas atas, tetapi kami akan tampil tanpa rasa takut. Sepak bola Yunani sedang bangkit, dan laga ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas kami," ujar seorang sumber di kubu OFI, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Dari kacamata taktik, Leverkusen diprediksi mendominasi penguasaan bola. Namun, OFI yang bermain di kandang bisa mengandalkan serangan balik cepat. Pertahanan solid Leverkusen akan diuji oleh motivasi tuan rumah yang ingin mencuri poin dari tim favorit. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Carles Martínez untuk menunjukkan bahwa Leverkusen tetap tangguh meski tanpa Xabi Alonso.
Konteks Indonesia: Meski tidak ada pemain Indonesia di kedua tim, pertandingan ini tetap menarik bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang rutin mengikuti kompetisi Eropa. Europa League menjadi salah satu liga yang banyak disiarkan di Indonesia, dan performa Leverkusen kerap menjadi bahan perbincangan di media sosial. Kemenangan Leverkusen bisa memperkuat narasi bahwa tim-tim non-Inggris tetap kompetitif di kancah Eropa.
Ke depan, hasil di Kreta akan memengaruhi peta persaingan Grup Liga Europa. Jika Leverkusen menang, mereka berpeluang besar mengunci posisi di empat besar dan menghindari jebakan play-off. Sebaliknya, OFI yang sedang berjuang di papan tengah butuh poin untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya. Akankah Leverkusen melanjutkan tren positif, atau OFI menciptakan kejutan di kandang sendiri? Pertanyaannya akan terjawab dalam 90 menit di Stadion Pankritio.



