Evangeline Lilly Tinggalkan Hollywood: 'Fame Adalah Harga yang Saya Bayar'
Baca dalam 60 detik
- Evangeline Lilly mengaku telah pensiun dari dunia akting sejak 2020, meski baru mengumumkannya empat tahun kemudian.
- Bintang Lost dan Ant-Man itu menyebut ketenaran sebagai 'biaya' yang harus dibayar atas kekayaan sebagai aktor, dan ia lebih memilih hidup tenang.
- Lilly kini ingin beralih ke balik layar untuk bercerita versinya sendiri, setelah 22 tahun terlibat kerja kemanusiaan di Rwanda.

Evangeline Lilly, aktris yang dikenal lewat peran Kate Austen di serial Lost dan Hope van Dyne di waralaba Ant-Man, mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan dunia akting. Dalam wawancara dengan Christian Broadcasting Network, perempuan 47 tahun itu menyatakan bahwa ia telah pensiun sejak 2020, tetapi baru mengumumkannya secara terbuka empat tahun berselang. Pengakuan ini mengejutkan publik mengingat kariernya di Hollywood masih berada di puncak.
Lilly menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah hasil dari kekecewaan terhadap industri, melainkan pilihan sadar untuk menjauh dari sorotan. “Saya selalu membenci ketenaran. Saya tidak pernah menyembunyikannya,” ujarnya. Ia memandang popularitas sebagai konsekuensi yang tak terhindarkan dari penghasilan besar sebagai aktor. “Ketenaran adalah harga yang harus dibayar untuk kekayaan yang bisa Anda dapatkan,” tambahnya, seperti dikutip dari sumber wawancara.
Meski demikian, beradaptasi dengan kehidupan pasca-akting bukan perkara mudah. Lilly mengaku butuh waktu bertahun-tahun untuk benar-benar merasa nyaman dengan statusnya sebagai pensiunan. “Sekarang sudah enam tahun. Saat berusia 26 tahun, saya menuliskan semua yang saya inginkan dalam hidup, dan saya telah mencapainya. Saya sudah pensiun. Saat itu saya sudah pensiun selama empat tahun. Butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri,” tuturnya.
Keputusan Lilly untuk mundur juga diwarnai rasa takut kehilangan pengaruh dan potensi pendapatan. “Ketika Anda sukses, dunia mengatakan ‘Kami mencintaimu! Kamu luar biasa!’ Itu perasaan yang menyenangkan. Bagaimana Anda bisa berjalan pergi dari itu? Saya pernah merasakan ketakutan yang mencekik, seperti ‘Apa yang sedang saya lakukan?’” akunya. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil dengan keyakinan penuh.
“Saya ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Banyak orang mengklaim aktor membuat dunia lebih baik, tetapi saya selalu ingin dampak yang lebih langsung. Saya telah melakukan kerja kemanusiaan selama 22 tahun di Rwanda.”
— Evangeline Lilly
Sebelum menekuni akting, Lilly belajar ilmu politik dan hubungan internasional. Ia sempat bercita-cita menjadi misionaris, pekerja kemanusiaan, atau diplomat. Latar belakang itulah yang menurutnya membentuk pandangan hidupnya tentang pentingnya kontribusi nyata. Kini, ia ingin terus bercerita, tetapi dengan cara yang berbeda. “Saya suka bercerita, tetapi saya ingin menceritakan kisah saya sendiri daripada berada di depan kamera,” ujarnya.
Keputusan Lilly untuk meninggalkan dunia hiburan mencerminkan pergeseran prioritas di kalangan selebritas yang semakin vokal tentang kesehatan mental dan kebahagiaan pribadi. Meski tidak secara eksplisit menyebut tekanan industri, pengakuannya tentang kebencian terhadap ketenaran menunjukkan bahwa gemerlap Hollywood tidak selalu sebanding dengan kepuasan batin. Bagi penggemar, kepergiannya meninggalkan celah di layar lebar, tetapi juga memberi ruang bagi Lilly untuk mewujudkan visi humanisnya.
Ke depan, publik menantikan apakah Lilly akan benar-benar mewujudkan ambisinya di balik layar. Apakah ia akan memproduseri film atau serial yang mengangkat isu kemanusiaan? Ataukah ia akan sepenuhnya mengabdikan diri pada kerja sosial? Yang jelas, Evangeline Lilly telah memilih jalan yang berbeda, dan ia tampak yakin dengan pilihannya.



