Cardano Diminta Tebar Rp80 Miliar untuk Cadangan Tembaga, Imbal Hasil Baru Terkumpul jika Harga Melonjak 49%
Baca dalam 60 detik
- Toto Finance mengajukan penggunaan 22 juta ADA (sekitar USD5 juta) dari treasury Cardano untuk membeli tembaga fisik yang akan ditokenisasi.
- Dana baru kembali jika harga tembaga naik minimal 49,4% dalam 36 bulan, sementara sepertiga anggaran habis untuk biaya operasional dan audit.
- Dengan sisa ruang fiskal treasury yang menipis, proposal ini berisiko mengunci likuiditas komunitas tanpa jaminan pengembalian ADA.

Komunitas Cardano tengah dihadapkan pada taruhan besar: menyetujui atau menolak permintaan pendanaan senilai 22 juta ADA—setara sekitar USD5 juta—untuk membeli cadangan tembaga fisik yang akan diubah menjadi token blockchain. Proposal dari Toto Finance ini menargetkan pengembalian investasi hanya jika harga tembaga melonjak hampir 50% dalam tiga tahun, sebuah asumsi yang jauh di atas proyeksi konservatif pasar komoditas.
Dokumen proposal yang diajukan Toto Finance, perusahaan yang mengkhususkan diri mengonversi komoditas fisik menjadi aset digital, menjabarkan bahwa dua pertiga dari anggaran akan digunakan untuk membeli tembaga kualitas bursa yang disimpan di gudang bersertifikat COMEX dekat New Orleans. Setiap pon tembaga terverifikasi akan diwakili oleh token bernama CuTT. Logam tersebut akan ditahan selama 18 hingga 24 bulan, kemudian dijual dalam kurun satu tahun berikutnya, dengan hasil bersih dan sisa dana dikembalikan ke treasury paling lambat bulan ke-36. Namun, tidak ada jaminan bahwa treasury akan menerima kembali ADA dalam jumlah yang sama seperti saat penarikan.
Sepertiga anggaran lainnya dialokasikan untuk biaya penyimpanan, asuransi, audit, pengawasan, dan imbal jasa Toto. Jika seluruh anggaran terserap dan harga ADA dalam dolar tidak berubah, maka tembaga harus naik sekitar 49,4% hanya untuk menutup biaya penarikan. Proposal ini mengasumsikan pembelian tembaga pada harga USD6,73 per pon dan penjualan di kisaran USD10,06 per pon. Semakin kecil belanja yang direalisasikan, semakin rendah ambang batas pengembalian; sebaliknya, jika ADA menguat, ambang batas tersebut justru meningkat.
Pendiri dan chairman Toto, Monty Metzger, menyatakan optimismenya terhadap prospek tembaga. Dalam surel kepada CoinDesk, ia menyebut skenario bullish memproyeksikan apresiasi tahunan sekitar 30%, yang berarti kenaikan 69% dalam 24 bulan—cukup untuk melampaui ambang batas 49,4%. “Tentu saja, harga komoditas juga bisa turun,” ujarnya, mengakui risiko yang melekat. Metzger juga menegaskan bahwa Toto tidak mengambil keuntungan dari proposal ini, dan sebagian besar biaya tambahan disebabkan oleh persyaratan konstitusional Cardano terkait pengawasan dan audit.
Rincian anggaran menunjukkan 2,64 juta ADA dialokasikan untuk Toto sebagai biaya teknologi dan manajemen proyek, ditambah 441.732 ADA sebagai biaya eksekusi. Toto juga berpotensi menerima hingga 278.291 ADA dari margin atas faktur penyimpanan dan asuransi pihak ketiga yang termasuk dalam anggaran operasional. Secara total, pembayaran ke Toto bisa mencapai sekitar 3,36 juta ADA, atau sekitar 15% dari total permintaan. Toto tetap memegang hak komersial platform dan pendapatan dari bisnis CuTT yang didanai terpisah, sementara treasury hanya memperoleh imbal hasil dari penjualan tembaga dan sisa dana.
Metzger mengungkapkan ambisi perusahaan untuk memperluas produk hingga “USD5 miliar aset tembaga yang ditokenisasi” dan menjadikan Cardano sebagai “etalase utama.” Token CuTT akan pertama kali dicetak di Ethereum dan dikunci dalam jembatan (bridge) sebelum token yang sesuai diterbitkan di Cardano. Namun, kontrak dan tinjauan keamanannya masih dalam tahap pengembangan. Metzger beralasan bahwa pelacak aset dunia nyata (RWA) selama ini “terlalu berfokus pada aset berbasis Ethereum.” Toto akan memegang hak milik legal atas tembaga, dan menurut Metzger, “agen jaminan independen serta pengaturan keamanan prioritas pertama” akan melindungi treasury jika Toto gagal, meski ia tidak menyebutkan nama agen tersebut.
Proposal ini muncul saat ruang belanja Cardano hampir habis. Batas penarikan 500 juta ADA berlaku hingga sekitar Juli 2027, dan per 16 Oktober, 457,4 juta ADA telah digunakan—artinya proposal tembaga ini akan menyerap lebih dari separuh sisa jatah. Pengembalian dana hasil penjualan tidak akan mengisi kembali jatah tersebut berdasarkan aturan yang ada. Sebagai perbandingan, pada akhir Mei, permintaan Cardano Foundation sebesar 7,8 juta ADA untuk summit 2026 hanya meraih dukungan 65,21%, di bawah ambang dua pertiga yang disyaratkan, sehingga acara tersebut dibatalkan. Kini Toto meminta hampir tiga kali lipat dari jumlah itu, menambah tekanan pada komunitas untuk memutuskan secara bijak.
Bagi investor dan pemegang ADA di Indonesia, proposal ini menjadi cermin bagaimana treasury komunitas kripto kian menghadapi dilema antara diversifikasi aset dan disiplin fiskal. Di satu sisi, tokenisasi komoditas menawarkan jalan baru untuk menghubungkan blockchain dengan ekonomi riil—sebuah narasi yang sejalan dengan tren RWA global. Di sisi lain, imbal hasil yang tidak pasti dan biaya operasional yang tinggi menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi penggunaan dana publik. Dengan tenggat voting 15 November, keputusan komunitas Cardano akan menjadi preseden bagi proyek kripto lain yang mempertimbangkan ekspansi ke aset fisik. Apakah mayoritas pemegang ADA akan menerima taruhan berisiko ini, atau justru menolaknya seperti mereka menolak pendanaan summit? Jawabannya akan menentukan arah tata kelola treasury Cardano di masa depan.



