Liverpool di Bawah Iraola: Tsimikas dan Chiesa Jadi Beban, Perombakan 2027 Mendesak
Baca dalam 60 detik
- Kostas Tsimikas dan Federico Chiesa dinilai tak lagi punya masa depan di Liverpool karena performa dan gaji tak sepadan.
- Kedatangan Milos Kerkez seharga ยฃ40 juta belum menyelesaikan masalah di sektor kiri pertahanan, sementara Chiesa hanya dua kali menjadi starter di Premier League.
- Manajemen Liverpool perlu merombak skuad pada 2027 dengan menjual pemain pinggiran untuk mendatangkan bek kiri dan winger kanan kelas dunia.

Liverpool masih belum menemukan kestabilan di bawah asuhan Andoni Iraola, dan dua nama yang seharusnya menjadi solusi justru berubah menjadi masalah. Kostas Tsimikas dan Federico Chiesa kini berada di ambang pintu keluar Anfield, dengan masa depan keduanya semakin tidak jelas setelah performa buruk dan minimnya kontribusi nyata sepanjang musim ini.
Kegagalan Tsimikas mengawal sektor kiri pertahanan terlihat jelas saat Liverpool menghadapi Villarreal di Liga Champions. Bek asal Yunani itu berulang kali dilewati pemain lawan, memaksa rekan-rekannya bekerja ekstra menutup celah. Pengamat sepak bola James Pearce bahkan menyebut Tsimikas beruntung masih dipercaya tampil di babak kedua. Meski sempat memberi kontribusi dalam membangun serangan, kelemahan defensifnya tetap menjadi titik lemah yang kerap dieksploitasi lawan.
Ironisnya, Liverpool sudah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Milos Kerkez dari Bournemouth seharga ยฃ40 juta pada 2025. Namun, performa Kerkez belum sesuai harapan, sehingga Tsimikas masih diberi kesempatan sebagai pelapis. Manajemen FSG tampaknya melihat Tsimikas sebagai solusi sementara, mengingat pengalaman dan pemahamannya terhadap gaya bermain Liverpool. Namun, dengan usia yang sudah menginjak 30 tahun, Tsimikas dinilai tidak lagi menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub.
Di sisi lain, Chiesa mengalami nasib yang tak jauh berbeda. Pemain asal Italia itu didatangkan pada 2024 sebagai satu-satunya rekrutan Arne Slot, tetapi gagal membuktikan kualitasnya. Cedera dan kesulitan beradaptasi membuatnya hanya tampil sebagai pemain pinggiran. Sejak bergabung, Chiesa baru dua kali menjadi starter di Premier League, dan belum pernah tampil penuh sejak akhir musim lalu. Meski sempat mencetak gol kemenangan dramatis melawan Bournemouth, momen itu tidak cukup untuk mengubah statusnya.
Dengan gaji mencapai ยฃ120 ribu per pekan, Chiesa menjadi salah satu pemain bergaji tertinggi di Liverpool. Kontribusinya yang minim tentu membebani keuangan klub. Liverpool sebenarnya tidak perlu terburu-burru melepasnya, tetapi jika ingin bersaing dengan Arsenal dan tim papan atas lainnya, mereka harus berani mengambil keputusan tegas. Menjual Chiesa akan membuka ruang bagi masuknya winger kanan kelas dunia yang selama ini belum tergantikan sepeninggal Mohamed Salah.
Perombakan skuad menjadi keniscayaan bagi Liverpool jika ingin kembali ke jalur juara. Iraola perlu diberi kebebasan untuk membentuk tim sesuai visinya. Namun, manajemen harus mendukungnya dengan kebijakan transfer yang cerdas. Melepas pemain yang tidak lagi produktif adalah langkah awal yang logis. Tsimikas dan Chiesa bisa menjadi contoh nyata bahwa loyalitas dan harga murah tidak selalu berbanding lurus dengan performa di lapangan.
Pertanyaannya, apakah Liverpool akan bergerak cepat di bursa transfer mendatang, atau justru mengulangi kesalahan yang sama dengan mempertahankan pemain yang sudah jelas tidak memberikan dampak signifikan? Jawabannya akan menentukan arah klub dalam beberapa tahun ke depan.



