Kulusevski Kembali, Spurs Punya 'Klon' Muda yang Siap Meledak
Baca dalam 60 detik
- Dejan Kulusevski akhirnya kembali merumput setelah absen 526 hari, memberi suntikan moral bagi Tottenham yang tengah bangkit.
- Luca Williams-Barnett, gelandang 18 tahun, disebut memiliki kemiripan gaya dengan Kulusevski dan siap mendapat menit bermain reguler.
- Kombinasi kembalinya Kulusevski dan potensi Williams-Barnett bisa menjadi kunci kebangkitan Spurs di paruh kedua musim.

Kemenangan 3-1 Tottenham Hotspur atas Coventry City pada laga tengah pekan lalu bukan sekadar tiga poin biasa. Ada momen yang ditunggu-tunggu selama 526 hari: Dejan Kulusevski akhirnya kembali mengenakan seragam Spurs setelah lama absen karena cedera. Kembalinya pemain asal Swedia itu disambut gemuruh suporter, seolah menjadi penanda kebangkitan klub London Utara tersebut.
Kulusevski masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir dan hanya menyentuh bola sembilan kali. Namun, setiap sentuhan mendapat sorakan meriah. Dalam waktu singkat, ia menunjukkan tanda-tanda kelasnya: empat umpan sukses, satu kali dilanggar, dan dua kali membawa bola maju. Kekhawatiran bahwa ia kehilangan kecepatan dan ledakan tampaknya belum terbukti. Pelatih Roberto De Zerbi punya alasan untuk tersenyum.
Sebelum cedera, Kulusevski adalah motor serangan Tottenham. Pada musim terakhirnya bersama Ange Postecoglou, ia mencetak 10 gol dan 11 assist di Liga Premier. Ia juga menjadi pemain dengan kreasi peluang terbanyak di tim (65), unggul jauh dari rekan-rekannya. Tanpa dirinya, Spurs kehilangan dimensi kreativitas yang membuat lini depan tumpul. Musim lalu, mereka bahkan sempat terpuruk di papan bawah, meski masalah tim tidak hanya soal absennya Kulusevski.
Kembalinya Kulusevski bukan satu-satunya kabar baik. Di bangku cadangan, ada nama Luca Williams-Barnett, gelandang serba bisa berusia 18 tahun yang disebut-sebut memiliki kemiripan gaya dengan Kulusevski. Dalam sebuah laga pramusim melawan MK Dons, ia tampil memukau dengan kemampuan membawa bola dan umpan-umpan panjang ala Mousa Dembele. Namun, ia juga punya insting gol seperti Dele Alli. Fleksibilitasnya—bisa bermain di sayap atau tengah—membuatnya mirip dengan Kulusevski.
Williams-Barnett mencetak 16 gol dalam 19 pertandingan akademi musim lalu, sebuah rekor impresif yang membuatnya mengetuk pintu tim utama. De Zerbi sendiri mengakui bakat istimewa pemain muda itu. "Dia pemain yang spesial. Tapi dia masih sangat muda, dan mengelola pemain muda sangat rumit. Terkadang Anda ingin melakukan yang terbaik untuk pemain, tetapi Anda tidak melakukannya. Saya pikir sekarang adalah momen yang tepat bagi Luca untuk bermain karena dia istimewa," ujar De Zerbi sebelum laga melawan Manchester United.
"Dia pemain yang luar biasa. Saya sangat senang melihatnya berkembang," kata Mikey Moore, rekan setim Williams-Barnett, usai laga pramusim melawan Auckland.
Rekan setim lain, Ben Davies, juga memuji kualitasnya. "Dia benar-benar pemain top," ujarnya. Pada laga melawan Coventry, Williams-Barnett terlihat berbincang akrab dengan James Maddison saat pemanasan. Maddison sempat merangkulnya, memberi pesan-pesan berharga. Meski baru bermain 15 menit di tim utama, ia sudah menjadi buah bibir di kalangan penggemar dan staf pelatih.
Kombinasi Kulusevski yang kembali bugar dan Williams-Barnett yang siap meledak memberi De Zerbi opsi menarik. Spurs memang masih tertahan di papan bawah, tetapi ada tanda-tanda perbaikan. Rekrutan musim panas seperti Sandro Tonali dan Omar Marmoush mulai menunjukkan performa, sementara Mykhailo Mudryk, Mateus Fernandes, dan Savio belum sepenuhnya tampil maksimal. Dengan tambahan tenaga dari pemain muda, lini serang Tottenham berpotensi lebih tajam.
Pertanyaannya, akankah De Zerbi berani memberi kesempatan lebih besar kepada Williams-Barnett? Atau ia akan tetap bersabar mengingat usia yang masih belia? Jika melihat rekam jejak dan pujian yang mengalir, tampaknya hanya soal waktu sebelum sang remaja mendapat menit bermain reguler. Tottenham mungkin sedang membangun versi homegrown dari Kulusevski, dan itu bisa menjadi kunci masa depan klub.



