Everton Incar Nicolo Tresoldi Rp1 Triliun, Thierno Barry Terancam Tergusur?
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan telah mengirim pemandu bakat untuk memantau Nicolo Tresoldi, striker Club Brugge yang juga dibidik Newcastle, Leeds, dan Arsenal.
- Thierno Barry menjadi satu-satunya penyerang tengah The Toffees setelah Beto dilepas ke Fiorentina, tetapi catatan 11 peluang emas terbuang membuat manajemen mencari pengganti.
- Klub Belgia itu disebut siap melepas Tresoldi bila ada tawaran sekitar £50 juta, angka yang bisa memaksa Everton memutar otak di bursa Januari.

Everton bergerak cepat mengantisipasi kebutuhan lini depan dengan mengirim pemandu bakat untuk memantau Nicolo Tresoldi, penyerang Club Brugge yang tengah menanjak. Langkah itu menjadi sinyal bahwa manajemen tidak sepenuhnya puas dengan performa Thierno Barry, satu-satunya striker senior yang tersisa di skuad asuhan David Moyes.
Menurut laporan media Belgia, Het Laatste Nieuws, pemandu bakat Everton hadir langsung saat Tresoldi membela Club Brugge melawan Lens pada Rabu lalu. Namun, The Toffees tidak sendirian. Newcastle United, Leeds United, dan Arsenal disebut ikut memantau striker timnas U-21 Jerman tersebut, sehingga persaingan di bursa transfer Januari berpotensi memanas.
Posisi Barry sejatinya masih terbilang produktif. Ia telah mencetak tiga gol dari tujuh penampilan di Premier League, menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara di skuad Moyes. Akan tetapi, angka itu menyembunyikan masalah mendasar: Barry tercatat membuang 11 peluang emas, terbanyak di liga, dan hanya mengarahkan tiga dari sejumlah besar sundulannya tepat ke gawang. Efisiensi di depan gawang inilah yang menjadi titik lemah Everton musim ini.
Keputusan melepas Beto ke Fiorentina senilai £14,5 juta pada musim panas lalu meninggalkan lubang besar. Upaya mendatangkan Folarin Balogun gagal di menit terakhir, membuat Moyes hanya punya Barry sebagai penyerang tengah murni hingga jendela transfer dibuka kembali. Ironisnya, Beto juga kesulitan di Italia: belum mencetak gol dalam lima laga dan hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran.
Di sisi lain, Tresoldi menawarkan profil yang lebih lengkap. Selain produktif mencetak gol, ia unggul dalam jumlah tembakan tepat sasaran per 90 menit, penyelesaian dribel, dan duel darat. Kemampuannya mencetak hat-trick ke gawang Inter di Liga Champions menunjukkan bahwa ia mampu tampil di level tertinggi Eropa, sesuatu yang belum bisa ditunjukkan Barry secara konsisten.
“Tresoldi bukan sekadar penyerang kotak penalti. Ia bisa turun ke sayap, menahan bola, dan menciptakan ruang bagi rekan setim. Everton butuh tipe pemain seperti itu untuk mengubah permainan,” ujar seorang pengamat sepak bola Inggris yang enggan disebut namanya.
Harga £50 juta memang terasa mahal untuk pemain yang berkiprah di Liga Belgia. Namun, bagi Everton, investasi itu bisa jadi jalan pintas untuk mendekatkan diri ke zona Eropa. Klub Merseyside ini tengah membangun fondasi baru di bawah Moyes, dan sosok penyerang yang tajam di depan gawang menjadi kebutuhan mendesak.
Jika Tresoldi gagal didatangkan, Everton masih memiliki alternatif lain seperti Esteban Lepaul dari Rennes, yang mencetak 27 gol dalam 39 penampilan terakhir di Ligue 1. Namun, nama Tresoldi disebut-sebut sebagai target utama karena usianya baru 22 tahun dan punya potensi jual tinggi di masa depan.
Bagi pembaca di Indonesia, saga transfer ini menjadi pengingat bahwa klub-klub Premier League semakin agresif berburu talenta muda Eropa, bahkan dari liga yang tidak terlalu populer. Persaingan memperebutkan striker muda seperti Tresoldi menunjukkan bagaimana data dan analisis performa kini menjadi senjata utama dalam perencanaan transfer, bukan sekadar nama besar.
Pertanyaannya, apakah Everton berani menggelontorkan dana besar di bursa Januari, atau memilih bertahan dengan Barry sambil berharap sang striker menemukan ketajamannya? Jawabannya akan menentukan arah musim The Toffees.



