Phillip Island Pamit, MotoGP Australia 2026 Jadi Perpisahan Sengit Martin vs Marquez
Baca dalam 60 detik
- Phillip Island menggelar balapan MotoGP terakhirnya akhir pekan ini sebelum digantikan sirkuit jalanan Adelaide mulai 2027.
- Jorge Martin memimpin klasemen hanya dua poin atas Marc Marquez, sementara Aprilia mempertimbangkan team order untuk mendukung Martin.
- Marco Bezzecchi yang baru menang di Indonesia tertinggal 46 poin dan siap menantang rekan setimnya demi menjaga peluang juara.

Phillip Island akan menutup sejarah panjangnya sebagai tuan rumah MotoGP Australia akhir pekan ini. Mulai musim 2027, sirkuit legendaris sepanjang 4,4 kilometer itu digantikan versi modern dari sirkuit jalanan Adelaide, menandai berakhirnya era balapan kelas premier di lintasan yang dikenal menantang tersebut.
Perpisahan ini bertepatan dengan situasi kejuaraan yang memanas. Jorge Martin dari Aprilia memimpin klasemen dengan keunggulan tipis dua poin atas Marc Marquez (Ducati). Selisih yang sangat kecil membuat setiap poin di Australia dan seri-seri tersisa menjadi krusial. Marco Bezzecchi, yang baru saja kembali ke jalur kemenangan di Indonesia, tertinggal 46 poin dari Martin dan menempati posisi ketiga.
Yang menarik, Aprilia dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk menerapkan team order lebih cepat guna mendukung Martin. Manajemen tim asal Noale itu menilai konsistensi Martin perlu dijaga agar tidak kehilangan momentum di tengah persaingan ketat dengan Marquez. Namun, keputusan semacam itu berpotensi memicu ketegangan internal, mengingat Bezzecchi masih memiliki peluang matematis untuk mengejar gelar.
Bagi penggemar di Indonesia, balapan di Phillip Island selalu menyajikan drama tersendiri. Sirkuit dengan tikungan cepat dan angin kencang ini kerap menjadi tempat pembalap underdog tampil menonjol. Meski tidak ada pembalap Indonesia di grid MotoGP, antusiasme penonton Tanah Air terhadap MotoGP tetap tinggi, terutama setelah seri Mandalika yang baru saja digelar. Kehadiran Bezzecchi sebagai pemenang di Indonesia menambah daya tarik tersendiri bagi penggemar lokal yang ingin melihat apakah pembalap Italia itu bisa melanjutkan tren positifnya.
"Kami harus realistis. Jika peluang Bezzecchi menipis, prioritas tim adalah mendukung Martin. Namun kami akan mengevaluasi dari balapan ke balapan," ujar seorang sumber di Aprilia seperti dikutip Motorsport.com.
Dari sisi teknis, Phillip Island menuntut keseimbangan aerodinamika dan manajemen ban yang baik. Karakter sirkuit yang cepat dengan tikungan lebar membuat pembalap harus berani mengambil risiko, terutama di sektor terakhir yang sering menjadi lokasi kecelakaan. Ducati dengan motor Desmosedici-nya diyakini masih menjadi favorit, tetapi Aprilia menunjukkan peningkatan performa signifikan dalam beberapa seri terakhir.
Marquez, yang kembali kompetitif setelah musim-musim sulit, akan berusaha memanfaatkan momentum untuk merebut kembali posisi puncak. Sementara Martin, yang tampil impresif bersama Aprilia, perlu menjaga konsistensi dan menghindari kesalahan yang bisa berakibat fatal. Persaingan keduanya diprediksi akan berlanjut hingga seri penutup di Valencia.
Dengan hanya dua poin memisahkan mereka, Grand Prix Australia bukan sekadar balapan perpisahan, melainkan titik krusial dalam perebutan gelar. Akankah Aprilia benar-benar mengeluarkan team order, ataukah Bezzecchi masih diberi kesempatan untuk membuktikan diri? Jawabannya akan mulai terlihat di lintasan Phillip Island akhir pekan ini.



