Naturalisasi Taisei Marukawa Hampir Rampung, Vietnam Mulai Waspadai Ancaman Baru Timnas Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Proses naturalisasi Taisei Marukawa tinggal menyisakan dua tahap administrasi sebelum ia resmi menjadi WNI.
- Media Vietnam menilai kehadiran Marukawa akan memperkuat lini serang Indonesia dan menjadi ancaman serius di kawasan ASEAN.
- Peluang Marukawa tampil di Piala Asia 2027 terbuka, tetapi masih bergantung pada penyelesaian proses dan keputusan pelatih John Herdman.

Proses naturalisasi penyerang Dewa United, Taisei Marukawa, memasuki babak akhir. Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengungkapkan bahwa seluruh dokumen telah diserahkan dan kini tinggal menunggu dua tahap persetujuan sebelum pemain berusia 29 tahun itu resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI). Kepastian ini sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di publik, termasuk di Vietnam, tentang seberapa cepat Marukawa bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Media Vietnam, Soha, secara khusus menyoroti langkah naturalisasi Marukawa. Dalam pemberitaannya, Soha menyebut kehadiran eks Persebaya Surabaya itu akan menambah kekuatan lini depan Garuda dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi Vietnam di ajang regional. “Timnas Indonesia akan segera memiliki satu lagi bintang naturalisasi kelas atas,” tulis Soha, seperti dikutip Bola.com. Sorotan ini menunjukkan bahwa pergerakan naturalisasi di Indonesia tidak luput dari perhatian pesaing terdekat, terutama menjelang turnamen-turnamen penting di Asia Tenggara.
Marukawa bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Sejak tiba pada 2021, ia telah mencatatkan 163 penampilan di kompetisi domestik dengan kontribusi 36 gol dan 45 assist. Musim ini, bersama Dewa United, ia memimpin daftar pencetak assist terbanyak BRI Super League 2026/2027 dengan lima assist hingga pekan keenam. Konsistensi itu yang membuat proses naturalisasinya dinilai strategis, bukan sekadar formalitas administratif.
Dari sisi regulasi, Marukawa memenuhi syarat minimal lima tahun tinggal di Indonesia. Proses naturalisasi mandiri yang ia jalani menjadi contoh bagaimana pemain asing bisa berintegrasi ke dalam ekosistem sepak bola nasional tanpa harus melalui jalur khusus. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah dan, untuk urusan timnas, pelatih John Herdman. Pelatih asal Inggris itu belum memberikan indikasi pasti apakah Marukawa akan langsung masuk dalam rencana Piala Asia 2027.
Piala Asia 2027 yang dijadwalkan pada Januari–Februari menjadi target realistis bagi Marukawa. Jika seluruh tahapan selesai tepat waktu, ia memiliki peluang untuk ikut dalam pemusatan latihan dan seleksi. Namun, jadwal naturalisasi yang belum pasti membuat peluang tersebut masih abu-abu. Herdman dikenal selektif dalam memanggil pemain naturalisasi, dan ia menekankan pentingnya adaptasi taktik serta chemistry dengan skuad yang ada.
Bagi Vietnam, kewaspadaan terhadap Marukawa beralasan. Dalam beberapa tahun terakhir, duel Indonesia-Vietnam di Piala AFF dan kualifikasi Piala Dunia selalu berlangsung ketat. Kehadiran penyerang yang sudah lama berkiprah di liga Indonesia tentu menambah opsi serangan yang tidak hanya cepat tetapi juga memahami karakter permainan lokal. Soha bahkan menyebut Marukawa sebagai sosok yang perlu diwaspadai jika kedua negara kembali bertemu.
Di sisi lain, naturalisasi Marukawa memunculkan diskusi tentang arah pembinaan pemain muda. Meski kehadirannya memperkuat timnas dalam jangka pendek, publik menuntut keseimbangan antara pemain naturalisasi dan pengembangan talenta lokal. PSSI dan pemerintah perlu memastikan bahwa proses ini tidak mengorbankan kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk berkembang.
Dengan sisa dua tahap yang masih menunggu, publik sepak bola Indonesia tinggal menanti kepastian. Jika semua berjalan lancar, Marukawa bisa menjadi tambahan amunisi berharga bagi Garuda di Piala Asia 2027. Namun, pertanyaan yang tersisa: akankah Herdman memasukkannya ke dalam skema utama, atau justru memilih opsi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti—perhatian dari Vietnam menandakan bahwa kekuatan Indonesia mulai diperhitungkan dengan serius.



