Tate McRae Luncurkan Parfum TATE 01, Bisnis di Luar Musik
Baca dalam 60 detik
- Tate McRae merilis parfum perdananya, TATE 01, bekerja sama dengan Scent Beauty, Inc.
- Peluncuran ini menandai langkah awal McRae memasuki industri kecantikan setelah sukses di musik.
- Keputusan ini mencerminkan tren selebritas global membangun lini bisnis di luar karya kreatif utama.

Penyanyi pop Tate McRae secara resmi mengumumkan peluncuran parfum pertamanya, TATE 01, yang dikembangkan bersama perusahaan wewangian Scent Beauty, Inc. Langkah ini menandai debut McRae di industri kecantikan, memperluas kiprahnya dari panggung musik ke dunia bisnis.
Perempuan 23 tahun itu mengaku telah lama berkeinginan membangun usaha sendiri. "Saya selalu ingin terjun ke bisnis sendiri pada suatu titik dalam hidup saya," ujarnya kepada People. Menurut McRae, menciptakan parfum bukan sekadar proyek sampingan, melainkan bagian dari ambisi jangka panjangnya untuk memiliki kendali atas produk yang ia kembangkan.
Dalam proses kreatifnya, McRae menekankan pentingnya keseimbangan aroma. Ia mengaku tidak pernah tertarik pada wangi bunga, namun menemukan titik temu antara nuansa kayu dan bahan bernama iso—yang diklaim mampu memperkuat feromon alami pemakainya. "Saya terus kembali ke formula itu, menyemprotkannya setiap hari, dan mendapat pujian dari orang lain," tuturnya. Inspirasi lain datang dari supermodel era 90-an, yang menurut McRae memberi sentuhan muda pada parfum tersebut, dipadukan dengan aroma hangat kayu cendana.
Meski sukses di industri musik, McRae tidak menampik tekanan ketenaran. Ia pernah mengaku kepada Billboard bahwa sorotan publik kadang terasa menakutkan dan membebani. "Sebagai perempuan, Anda harus paham bahwa Anda akan terus berada di bawah mikroskop," katanya. "Tapi sisi optimistisnya, dengan segala pengawasan dan opini, itu justru mendorong pertumbuhan dan memperkuat jati diri." McRae juga mengakui komentar tentang tubuh dan pribadinya tetap memengaruhi dirinya. "Saya di sini untuk membuat karya. Mencoba menjelaskan diri sendiri adalah permainan yang tidak akan pernah saya menangkan," tambahnya.
Langkah McRae sejalan dengan tren yang lebih luas di kalangan musisi global. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak penyanyi yang merambah bisnis kecantikan, fesyen, atau gaya hidup—mulai dari Rihanna dengan Fenty Beauty, Ariana Grande dengan lini parfumnya, hingga Selena Gomez dengan Rare Beauty. Strategi ini tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga memperkuat ikatan dengan basis penggemar melalui produk yang dianggap merepresentasikan identitas sang artis.
Bagi pasar Indonesia, peluncuran TATE 01 berpotensi menggugah minat konsumen muda yang akrab dengan musik McRae. Meski belum ada informasi resmi mengenai distribusi di Asia Tenggara, popularitas McRae di platform streaming dan media sosial Tanah Air cukup besar. Jika parfum ini masuk ke Indonesia, ia akan bersaing dengan merek selebritas lain yang sudah lebih dulu hadir, seperti Ariana Grande dan Billie Eilish. Kehadiran TATE 01 bisa menjadi ujian seberapa kuat daya tarik musisi pop global di pasar kecantikan lokal yang sedang tumbuh.
Ke depan, pertanyaannya apakah McRae akan serius menggarap lini bisnis ini atau sekadar ekspansi sementara. Jika respons pasar positif, bukan tidak mungkin ia mengikuti jejak Rihanna yang sukses besar di industri kecantikan. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga kredibilitas di dunia musik sambil membangun identitas sebagai pengusaha. Publik akan menantikan apakah TATE 01 mampu bertahan di pasar yang kompetitif atau hanya menjadi pelengkap karier seorang bintang pop.



