Man United Siapkan Kontrak Baru untuk Luke Shaw, Keputusan yang Berisiko Picu Kemarahan Fans
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan akan membuka negosiasi perpanjangan kontrak Luke Shaw pada awal tahun depan, meski bek 31 tahun itu kembali mengalami cedera.
- Keputusan ini dinilai kontradiktif dengan langkah tegas INEOS yang baru saja melepas Casemiro dan sejumlah pemain berkinerja buruk lainnya.
- Jika kesepakatan terwujud tanpa mendatangkan bek kiri anyar, manajemen berisiko menghadapi protes suporter dan mempertaruhkan masa depan Jason Wilcox.

Manchester United dikabarkan tengah bersiap membuka perundingan perpanjangan kontrak dengan Luke Shaw pada awal tahun depan. Langkah itu mencuat di tengah situasi bek kiri berusia 31 tahun tersebut yang kembali harus menepi karena cedera, hanya beberapa pekan setelah kompetisi musim ini berjalan.
Menurut laporan Football Insider, pihak klub masih memandang Shaw sebagai opsi jangka panjang dan akan mempertimbangkan kebutuhannya dalam pembicaraan kontrak baru. Negosiasi dijadwalkan berlangsung setelah pergantian tahun, meski durasi serta nilai kesepakatan belum dipastikan.
Keputusan ini langsung menuai pertanyaan. Shaw kini menikmati penghasilan sekitar ยฃ200 ribu per pekan dan telah mengabdi selama 13 musim di Old Trafford. Ia memang tampil dalam seluruh 38 laga liga musim lalu, tetapi riwayat cederanya yang panjang membuat sejumlah pihak menilai perpanjangan kontrak sebagai langkah yang tidak masuk akal.
Persoalan ini tidak lepas dari sosok Jason Wilcox, direktur sepak bola United yang memiliki pengaruh besar dalam perekrutan pemain dan penunjukan pelatih. Sejak era INEOS, Wilcox dan timnya kerap dikritik karena dinilai lambat merespons kebutuhan skuad, terutama di posisi bek kiri dan penyerang tengah.
Musim panas lalu, United memilih tidak mendatangkan bek kiri anyar. Akibatnya, ketika Shaw cedera, pelatih kepala Michael Carrick harus mengandalkan pemain darurat seperti Patrick Dorgu dan Noussair Mazraoui. Situasi ini dinilai sebagai bukti kegagalan perencanaan yang seharusnya bisa dihindari.
"Jika United tidak mendatangkan bek kiri lalu memberikan kontrak baru kepada Shaw yang tidak dapat diandalkan, hal itu akan memicu kemarahan besar di kalangan pendukung. Bagi Wilcox, keputusan seperti itu bisa dianggap sebagai kesalahan fatal."
Di sisi lain, manajemen INEOS menunjukkan ketegasan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka melepas Alejandro Garnacho, Antony, dan Rasmus Hojlund pada 2025, serta tidak memperpanjang kontrak Casemiro. Langkah itu mendapat apresiasi karena dianggap sebagai upaya merombak skuad secara menyeluruh.
Namun, kebijakan tersebut menjadi tidak konsisten jika United justru mempertahankan Shaw. Sejumlah pengamat menilai bek asal Inggris itu sudah terlalu lama bertahan di klub tanpa kontribusi yang sepadan, terutama karena cedera yang terus berulang.
Jika negosiasi tetap berjalan, tekanan terhadap Wilcox dan jajaran manajemen diprediksi meningkat. Para suporter menuntut kejelasan arah pembangunan tim, bukan sekadar perpanjangan kontrak pemain yang rentan cedera. Keputusan ini akan menjadi ujian bagi kredibilitas INEOS dalam mengelola klub sebesar Manchester United.



