Gracie Abrams Akui Curi Parfum Paul Mescal Saat Jauh, Siap Bawa ke Tur
Baca dalam 60 detik
- Gracie Abrams mengaku kerap mengambil botol parfum kekasihnya, Paul Mescal, ketika keduanya harus berpisah karena jadwal kerja.
- Ia akan memakai parfum Chanel Coco Mademoiselle Crush Absolu di tur mendatang sebagai penanda memori dan kepercayaan diri.
- Penampilan rambut pendek dan gaya minimalisnya disebut terinspirasi aktris Hollywood era 1990-an.

Penyanyi pop Gracie Abrams mengungkapkan kebiasaan unik dalam hubungannya dengan aktor Paul Mescal: ia sering membawa parfum sang kekasih saat harus bepergian jauh. Pengakuan ini disampaikan Abrams dalam wawancara dengan majalah ELLE, seperti dikutip dari bangpremier.com. Pasangan yang mulai berpacaran sejak 2024 dan kini tinggal bersama di London itu memang kerap terpisah karena tuntutan pekerjaan di dunia hiburan.
Kepada ELLE, Abrams mengaku tidak ragu mengambil botol parfum Mescal ketika mereka tidak bersama. "Pacarku, tentu saja. Aku akan mencuri parfumnya setiap kali kami berjauhan. Kadang aku langsung mengambilnya," ujarnya. Kebiasaan ini bukan sekadar iseng; bagi Abrams, aroma tersebut menjadi jembatan emosional saat jarak memisahkan mereka.
Abrams saat ini dipercaya menjadi wajah parfum terbaru Chanel, Coco Mademoiselle Crush Absolu. Ia berencana memakai wewangian itu selama tur mendatang sebagai pengingat akan masa istirahat dan kebebasan pribadi. "Aku belum tur sejak kami memotret kampanye ini. Ada semacam sinkronisitas dalam memerankan karakter yang kualitasnya sangat kukagumi, sambil berada di periode jeda," jelasnya. Menurut Abrams, parfum itu akan membangkitkan kembali rasa percaya diri dan agensi saat ia kembali manggung.
Selain soal parfum, Abrams juga membahas perubahan penampilannya. Ia telah memangkas rambutnya semakin pendek dan mengadopsi gaya yang lebih sederhana. Dalam podcast The Run Through milik Vogue, ia menyebut gaya rambutnya kini terinspirasi oleh aktris Hollywood era 1990-an seperti Chloรฉ Sevigny, Winona Ryder, dan Gwyneth Paltrow. "Aku suka perawatan yang minim. Semua tangkapan layar di ponselku tentang mode yang kusuka adalah mereka," tuturnya.
Abrams juga memuji karya Matthieu Blazy, direktur kreatif Chanel, terutama tas-tas rancangannya. Ia mengaku takjub dengan desain yang fungsional meski terlihat mungil. "Aku belum pernah melihat kegilaan seperti ini. Aku selalu bertanya-tanya apakah mereka akan mengambilnya kembali," candanya. Sebagai pengguna tas tote, ia menghargai kepraktisan produk tersebut.
Pengakuan Abrams ini menyoroti bagaimana figur publik mengelola hubungan jarak jauh di tengah kesibukan industri hiburan. Bagi penggemar di Indonesia, kisah semacam ini kerap menjadi cermin bagaimana selebritas global menjaga koneksi personal di tengah tekanan publik dan jadwal padat. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa aroma dan benda sehari-hari bisa menjadi penanda identitas dan memori yang kuat.
Ke depan, apakah strategi Abrams memakai parfum sebagai jangkar emosional akan memengaruhi cara artis lain menghadapi tur dan kehidupan pribadi? Ataukah ini sekadar bagian dari narasi pemasaran produk mewah? Yang jelas, bagi Abrams, parfum bukan sekadar wewangian, melainkan alat untuk mempertahankan rasa diri di tengah dinamika karier dan cinta.



