Dinner Memecoin Trump Jilid Tiga: 185 Investor Teratas Diundang, Harga Token Masih Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Trump National di Washington, D.C. akan menjadi tuan rumah makan malam eksklusif bagi 185 pemegang token $TRUMP teratas pada 22 November mendatang.
- Status VIP ditentukan oleh keterlibatan investor dan dikunci pada 12 November, sementara harga token hanya naik 10% ke $2,25 sebelum kembali lesu, jauh dari puncak $74.
- Kontroversi etika kembali mencuat karena acara ini diyakini sebagai upaya memonetisasi akses ke Presiden AS, yang berpotensi memperkeruh pembahasan regulasi aset digital di Senat.

Investor mata uang kripto meme milik Donald Trump, $TRUMP, kembali mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat. Untuk ketiga kalinya, sebuah jamuan makan malam eksklusif akan digelar di klub privat Trump National, Washington, D.C., pada 22 November 2026. Acara ini diperuntukkan bagi 185 investor terdaftar teratas, dengan status VIP yang akan ditentukan berdasarkan tingkat keterlibatan mereka dalam token tersebut dan dikunci pada 12 November.
Pengumuman ini langsung memicu reaksi pasar. Harga $TRUMP sempat melonjak sekitar 10% ke level $2,25 begitu kabar "gala dinner" mencuat, namun dengan cepat kembali merosot ke kisaran harga beberapa hari terakhir. Angka tersebut masih merupakan pecahan kecil dari harga tertinggi sepanjang masa yang pernah menyentuh $74. Meski demikian, penyelenggara tetap memasarkan acara ini sebagai "makan malam paling eksklusif di dunia", menjanjikan kehadiran tiga "legenda" yang identitasnya belum diungkap, mendampingi Presiden Trump.
Namun, ada satu catatan penting yang ditegaskan pihak klub: tidak ada peserta yang akan mendapatkan sesi pertemuan pribadi atau meet & greet dengan Presiden. Hal ini tampaknya merespons kekecewaan sebagian peserta pada acara-acara sebelumnya, di mana Trump hanya muncul sebentar tanpa memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung. Sebagai kompensasi, para VIP teratas akan menerima hadiah, termasuk poster peringatan dan "TRUMP fragrance". Data pendaftar saat ini menunjukkan bahwa investor teratas masing-masing memegang ratusan ribu koin.
Sejak diluncurkan beberapa hari sebelum Trump kembali menjabat, token $TRUMP telah menjadi sorotan karena investor dilaporkan kehilangan miliaran dolar. Kerugian ini menjadi salah satu poin krusial dalam perdebatan mengenai Digital Asset Market Clarity Act, rancangan undang-undang struktur pasar kripto di Senat. Partai Demokrat mendesak agar RUU tersebut membatasi keterkaitan pejabat tinggi pemerintah dengan aset digital, namun kesepakatan tidak tercapai dan RUU gagal maju bulan lalu. Trump sempat menyatakan kesediaannya untuk menempatkan kepemilikan kriptonya dalam blind trust atau melepasnya, tetapi tawaran itu batal seiring kegagalan RUU.
"Tidak ada peserta yang akan mendapatkan pertemuan pribadi dengan Presiden," demikian pernyataan resmi dari klub, seperti dikutip dari pengumuman acara.
Acara pertama serupa digelar di klub golf Trump di Washington, yang diwarnai protes dari anggota Kongres dari Partai Demokrat dan demonstran yang menuduh presiden melakukan korupsi. Pada April lalu, Trump menggelar konferensi di Mar-a-Lago, Florida, untuk para pemegang memecoin, yang dihadiri mantan juara tinju Mike Tyson. Pola ini menunjukkan bahwa meskipun nilai token anjlok, daya tarik akses ke lingkaran presiden tetap menjadi magnet bagi sebagian investor.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi cermin penting tentang bagaimana aset digital dapat bertransformasi menjadi instrumen politik dan ekonomi yang kontroversial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia tengah menyusun kerangka regulasi aset kripto yang lebih ketat, dengan penekanan pada perlindungan konsumen dan pencegahan pencucian uang. Jika di AS praktik semacam ini memicu perdebatan etika, di Indonesia pengawasan terhadap token yang dikaitkan dengan figur publik perlu diperkuat untuk mencegah risiko serupa. Investor ritel dalam negeri yang tergiur iming-iming akses eksklusif harus waspada terhadap volatilitas ekstrem dan potensi kerugian besar.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah acara semacam ini akan terus menjadi alat mobilisasi politik dan ekonomi, atau justru memicu regulasi yang lebih ketat terhadap keterkaitan pejabat publik dengan aset kripto. Dengan gagalnya RUU di Senat, dorongan untuk mengatur ulang batas-batas etika dalam kepemilikan aset digital oleh pejabat tinggi tampaknya belum akan surut. Publik dan investor patut mencermati apakah gelombang kritik berikutnya akan memaksa perubahan nyata, atau hanya menjadi riak kecil di tengah euforia akses eksklusif.



