Herdman Diminta Tak Asal Eksperimen di Laga Penentu Indonesia vs Bangladesh
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia wajib menang besar atas Bangladesh untuk menjaga peluang lolos ke final ASEAN Cup 2026.
- Pengamat menilai Herdman perlu menyusun formasi ofensif terukur, bukan rotasi besar-besaran.
- Absennya Thom Haye akibat kartu merah memaksa Herdman mencari pengganti yang mampu menjaga keseimbangan lini tengah.

Timnas Indonesia menghadapi laga krusial melawan Bangladesh pada matchday terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kemenangan dengan margin gol besar menjadi harga mati bagi Skuad Garuda untuk menjaga asa melaju ke partai final.
Saat ini Indonesia mengoleksi empat poin, setara dengan Malaysia, namun terpuruk di posisi kedua karena kalah selisih gol. Situasi ini memaksa pelatih John Herdman untuk tampil menyerang sejak awal, tetapi tetap dengan perhitungan matang. Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai bahwa perubahan komposisi harus dilakukan secara terukur, bukan sekadar menumpuk pemain ofensif.
"Herdman harus menurunkan komposisi yang memiliki kemampuan menyerang lebih kuat, tetapi tetap dengan perhitungan tepat. Ini bukan pertandingan persahabatan, melainkan laga yang menentukan nasib Indonesia di turnamen," ujar Luciano kepada Bola.com, Rabu (30/9/2026).
Luciano juga menyoroti absennya gelandang Thom Haye yang menerima kartu merah pada laga sebelumnya. Kehilangan Haye dinilai mengurangi stabilitas di lini tengah, sehingga Herdman perlu mencari sosok pengganti yang mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. "Herdman harus menemukan pemain yang bisa menggantikan fungsi Haye dalam menjaga keseimbangan lini tengah," tambahnya.
Meski demikian, Luciano mengingatkan agar Herdman tidak melakukan rotasi besar-besaran hanya untuk eksperimen. Menurutnya, laga melawan Bangladesh adalah kesempatan untuk memberikan menit bermain kepada pemain yang belum tampil, asalkan sesuai kebutuhan pertandingan. "Saya tidak akan melakukan perubahan besar-besaran hanya untuk eksperimen. Ini pertandingan yang menentukan," tegasnya.
Lebih lanjut, Luciano menekankan bahwa peningkatan agresivitas tidak cukup hanya dengan menambah pemain berkarakter menyerang. Timnas Indonesia membutuhkan struktur menyerang yang jelas: siapa yang mengatur tempo, siapa yang melakukan penetrasi, siapa yang memberikan lebar permainan, dan siapa yang masuk ke kotak penalti. "Yang dibutuhkan bukan sekadar bermain lebih menyerang, tetapi memiliki struktur menyerang yang jelas," ujarnya.
Dengan komposisi yang tepat, Luciano yakin Indonesia bisa tampil agresif tanpa kehilangan kendali pertandingan. "Kalau John Herdman bisa menemukan keseimbangan tersebut, Timnas Indonesia bisa bermain lebih agresif tanpa kehilangan kontrol," pungkasnya.
Pertandingan ini akan menjadi ujian taktik bagi Herdman. Jika mampu meramu strategi yang tepat, Indonesia tidak hanya lolos ke final, tetapi juga mengirim sinyal bahwa tim ini siap bersaing di level tertinggi Asia Tenggara. Sebaliknya, kegagalan meraih kemenangan besar bisa memperpanjang puasa gelar dan memicu pertanyaan besar tentang arah pembinaan timnas.



