Persib Bandung Jalani Tiga Kompetisi di Oktober, Mariano Peralta: Kami Sudah Terbiasa
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung akan melakoni rangkaian laga padat pada Oktober 2026, mencakup AFC Champions League 2, BRI Super League, dan ASEAN Club Championship.
- Mariano Peralta menegaskan timnya telah terbiasa dengan intensitas tinggi selama tiga musim terakhir dan mengandalkan kedalaman skuad.
- Dukungan Bobotoh dinilai menjadi faktor krusial saat Persib menghadapi tim-tim kuat di kompetisi regional.

Persib Bandung bersiap menghadapi bulan terpadat pada kalender kompetisi 2026. Penyerang sayap Mariano Peralta menyatakan kesiapan penuh menjelang rangkaian pertandingan yang mencakup tiga ajang berbeda: AFC Champions League 2, BRI Super League 2026/2027, dan ASEAN Club Championship 2026. Laga terdekat adalah lawatan ke markas Port FC, Thailand, pada 8 Oktober 2026.
Pernyataan Peralta disampaikan usai sesi latihan di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (30/9/2026). Pemain asal Argentina itu menilai waktu pemulihan yang tersedia cukup untuk mengembalikan kebugaran sebelum pertandingan krusial. "Persiapan kami sangat baik. Kami memiliki beberapa hari untuk pemulihan setelah pramusim dimulai," ujarnya.
Menurut Peralta, jadwal padat bukan hal baru bagi Persib. Ia mengingatkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, Maung Bandung—julukan Persib—konsisten menjalani jumlah pertandingan yang tinggi. "Ini normal. Sudah tiga tahun berturut-turut bermain dengan jumlah pertandingan seperti ini," tegasnya.
Kehadiran ASEAN Club Championship 2026 menambah beban pertandingan, tetapi Peralta melihatnya sebagai peluang untuk menguji kualitas tim. Ia menyebut grup yang dihadapi Persib di AFC Champions League 2 sebagai salah satu yang tersulit, dengan lawan-lawan dari berbagai negara yang memiliki level kompetitif tinggi. "Grup yang kami tempati adalah grup yang sangat sulit. Ada tim-tim terbaik dari masing-masing negara. Itu meningkatkan level kompetisi," kata Peralta.
"Kami sangat siap, berlatih, dan memiliki skuad yang sangat luas untuk menghadapi semua kompetisi." — Mariano Peralta
Peralta juga menyoroti peran Bobotoh, suporter fanatik Persib, yang dinilainya tetap memberikan dorongan besar meski jadwal sedang padat. Ia mengakui dukungan tersebut sangat membantu, terutama saat menghadapi tim kuat seperti FC Seoul dari Korea Selatan. "Mereka sangat penting bagi kami dan sangat membantu kami," pungkasnya.
Dengan ambisi bersaing di tiga kompetisi sekaligus, Persib menghadapi ujian ketahanan fisik dan mental. Manajemen rotasi pemain serta strategi pelatih akan menjadi kunci untuk menjaga konsistensi performa. Jika mampu melewati Oktober dengan hasil positif, Maung Bandung berpeluang memperkuat posisinya di kancah domestik dan regional. Namun, kegagalan mengelola beban pertandingan bisa berdampak pada raihan poin di liga. Mampukah Persib membuktikan bahwa kedalaman skuad mereka sepadan dengan tantangan yang ada?



